Langsung ke konten utama

Semudah Ini Bunda Cara Tahu Bakat Anak

Ketahui Bakat Anak
Sebagai orang tua, Ayah dan Bunda pasti ingin banget tahu bakat anak di bidang apa sih. Sehingga, nantinya si kecil bisa kita arahnya supaya masa depannya pun lebih cemerlang. Nah, untuk mengetahui bakat anak, ada kok yang bisa Bunda lakukan.

Penting bagi Bunda memperhatikan yang dilakukan anak. Misalnya, kalau di rumah ada alat musik dan anak suka banget memainkannya, ada kemungkinan anak menyukai musik. Sehingga, Bunda bisa mengasah bakat anak di bidang musik sejak dini. Misalnya dengan mengikutkan dia les musik.

Dilansir Child Development Info, sebuah bakat harus terus dikembangkan. Jadi. Bunda perlu mengenalkan berbagai bidang pada anak sejak kecil termasuk bidang musik, melukis atau menyanyi. Usahakan beri pengetahuan anak mengenai alat-alat tersebut dan fungsinya. Saat memperhatikan apa yang dilakukan anak, jangan lupa beri mereka pujian dan motivasi ya, Bun.

Jika musik adalah salah satu kesukaannya, Bunda bisa bantu dia dengan memberikan kursus untuk mengasah bakatnya agar lebih terfokus. Jangan segan minta bantuan orang tua untuk mengarahkan bakat anak ya.

Untuk tahu anak berbakat atau nggak di bidang seni, kita juga bisa ajak anak pergi ke tempat seni seperti konser, festival musik atau pameran. Dengan begini, anak bisa mempelajari lebih dalam tentang musik atau seni yang disukainya.

"Orang tua bisa mengenali bakat anak dengan melakukan observasi rutin setiap hari. Ada perbedaan yang dapat jelas terlihat ketika anak menyukai sesuatu, apakah itu bakat atau hanya kesenangan sesaat", kata psikolog Ajeng Raviando dilansir detikcom.

Ajeng mengingatkan, jangan memaksa anak untuk menyukai hal yang dia nggak suka. Terlebih sebenarnya bidang tersebut kita yang menyukainya, Bun.

"Kalau orang tua terlalu memaksa, suruh latihan musik terus misal, dampaknya anak bisa jadi berkurang minat. Kalau minat berkurang ya akan jadi males, nggak berkembang juga bakatnya," tutur Ajeng.

Yuk, Bun kita mulai asah kemampuan anak sejak dini guna mencari tahu minat dan bakatnya. Dalam keseharian, mulai perhatikan apa yang anak lakukan, fasilitasi mereka, beri motivasi dan jangan lupa beri apresiasi saat anak bisa melakukan sesuatu.

sumber: haibunda.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Cegah Kasus Balita Stunting (Kerdil) dengan Konsumsi Ikan

Makan ikan belum menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakatnya. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan kenyataan tersebut dibarengi dengan data dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan masih tingginya angka balita yang mengalami stunting.
Stunting merupakan kondisi perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, yang akhirnya berdampak kualitas kecerdasan menjadi tidak seperti yang diharapkan. Data pemantauan status gizi pada 2016 menunjukkan jumlah balita stunting mencapai 27,5 persen. Rinciannya, sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen. Sedangkan target Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah di bawah 20 persen. “Masalah stunting ini serius. Bayangkan, dari 10 anak, 4 di antaranya tidak cerdas. Ini bukan yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas,” kata Menteri Kesehatan.

Data tersebut juga menyebutkan kasus balita stunting ditemukan di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Padahal di sa…

Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua jug…