Langsung ke konten utama

Bunda, Ini lho 3 Jenis Ikan Pengganti Salmon

menu ikan untuk balita
Bicara soal menu Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI), biasanya Bunda hampir selalu menemui ikan salmon di dalamnya. Salmon direkomendasikan jadi menuMPASI karena didaulat sebagai makanan tersehat di dunia lho,Bun. Salmon mengandung omega-3, protein, dan asam amino yang tinggi. Bahkan dilansir whfoods, beberapa studi menyebut salmon mengandung molekul protein bioaktif yang disebut bioaktif peptida. Ini berfungsi sebagai penyokong tulang rawan, menjaga efektivitas insulin, dan mengontrol peradangan di saluran pencernaan.

Nah, cukup tingginya kandungan bioaktif peptida pada salmon bikin harga ikan ini cukup menguras kantong. Jika Bunda mau menghemat namun tetap memberi ikan yang kaya gizi untuk anak, tiga ikan pengganti ini bisa dipilih:

1. Ikan Lele
Lele diketahui mengandung omega-3 yang menjaga fungsi jantung dengan menurunkan kadar trigliserida. Dikutip dari detikHealth, lele juga bisa menurunkan risiko kanker dan radang sendi. Dalam 3 ons lele terkandung 0,22 hingga 0,3 gram asam lemak omega-3. Tentunya manfaat ini bisa diperoleh maksimal bila lele tidak dimasak terlalu matang, memakai banyak minyak, gula, dan garam.

2. Belut
Dilansir situs khusus makanan Jepang, pogipogi ada kandungan 46 persen vitamin B12 dalam setiap 85 gram belut. Dalam jumlah yang sama juga ada 60 persen vitamin A, 17 persen Vitamin E, dan 15 persen niacin.

3. Tuna
Sama seperti salmon, tuna juga didaulat sebagai salah satu makanan tersehat di dunia. Seperti dilansir whfoods, ada 147 kalori dalam setiap 113 gram tuna. Tuna juga mengandung vitamin B3, vitamin B12, Vitamin B6, Vitamin D, dan protein.

sumber: haibunda.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Cegah Kasus Balita Stunting (Kerdil) dengan Konsumsi Ikan

Makan ikan belum menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakatnya. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan kenyataan tersebut dibarengi dengan data dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan masih tingginya angka balita yang mengalami stunting.
Stunting merupakan kondisi perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, yang akhirnya berdampak kualitas kecerdasan menjadi tidak seperti yang diharapkan. Data pemantauan status gizi pada 2016 menunjukkan jumlah balita stunting mencapai 27,5 persen. Rinciannya, sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen. Sedangkan target Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah di bawah 20 persen. “Masalah stunting ini serius. Bayangkan, dari 10 anak, 4 di antaranya tidak cerdas. Ini bukan yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas,” kata Menteri Kesehatan.

Data tersebut juga menyebutkan kasus balita stunting ditemukan di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Padahal di sa…

Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua jug…