Trauma Anak Pasca Gempa: Ini dia 4 Tips Mengatasinya

Trauma Anak Pasca Gempa: Ini dia 4 Tips Mengatasinya

Baca Juga

Bencana gempa bumi yang terjadi beberapa pekan terakhir ini menyisakan banyak persoalan, baik persoalan personal masyarakat maupun persoalan untuk bangsa. Salah satu persoalan penting yang dihadapi adalah mengembalikan kondisi psikis para korban pasca bencana, terutama psikis anak-anak korban bencana. Tidak sedikit anak-anak yang kehilangan sanak kerabatnya bahkan bisa jadi kehilangan anggota badannya sendiri.

Trauma Anak Pasca Gempa
Memulihkan goncangan psikis pada anak-anak bisa lebih susah daripada mengembalikan gangguan psikis orang dewasa. Orang dewasa relative mampu menggunakan kemampuan self-cure-nya, yaitu menggunakan nalarnya dalam menghadapi berbagai persoalan, dan tidak demikian dengan anak-anak. Sedikitnya ada 4 hal yang dapat membantu anak-anak mengobati luka psikisnya, yaitu sebagai berikut:

1 Menghindarkan Anak-Anak dari Pemberitaan Media

Siaran media yang berulang-ulang dilihat oleh anak akan sangat mudah menggugah memori anak terhadap situasi saat bencana. Sebaiknya anak-anak yang sudah mampu menggunakan gadget juga dibatasi melihat gadget, karena sebagian besar berita viral saat ini justru banyak tersebar lewat group-group di media social.

2 Menghadirkan kegiatan yang menghibur

Trauma pasca bencana sedikit banyak dapat dikurangi dengan cara menghadirkan hiburan pada anak korban bencana. Pada dasarnya anak-anak sangat menyukai kegiatan bermain. Berbagai jenis permainan dapat dimanfaatkan dalam hal ini misalnya: dongeng, permainan sulap, bernyanyi, mengajak anak membuat mainan dari barang-barang bekas atau dari dedaunan.

3 Bantuan tenaga medis

Salah satu cara menghilangkan trauma anak yaitu dengan membantu penyembuhan luka-luka fisik yang mungkin di deritanya. Meskipun luka fisik dapat berbekas dan dapat mengingatkan kembali peristiwa penyebabnya, namun pemulihan kondisi fisiknya akan dapat mendorong anak lebih baik menghadapi masa depannya.

4 Pendampingan yang berkelanjutan

Pendampingan pasca bencana pada anak mungkin akan memakan waktu cukup lama, terlebih untuk anak-anak yang orang tuanya turut menjadi korban bencana. Adanya orang-orang yang mau peduli dalam jangka panjang terhadap masa depan anak korban bencana dan adanya kehadiran tempat-tempat penampungan seperti dinas sosial atau lembaga swadaya masyarakat mungkin akan sangat membantu. Pendampingan yang berkelanjutan setidaknya akan dapat dirasakan anak-anak bahwa ada orang tua asuh pengganti (bagi anak yang telah kehilangan orang tuanya), ada orang-orang yang dijadikan tempat mengadunya dan adanya lembaga atau perorangan yang menanggung kelanjutan pendidikan untuk anak-anak terlantar tersebut.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Related Posts

Trauma Anak Pasca Gempa: Ini dia 4 Tips Mengatasinya
4/ 5
Oleh