Langsung ke konten utama

Tes Genetik: Anda Bisa Kenali Bakat Anak Sejak Dini

Mana yang lebih berpengaruh dalam keberhasilan seseorang di suatu bidang, nature atau nurture alias bakat bawaan secara genetik atau pola asuh? “Sebagian orang mungkin berpendapat genetik lebih kuat, sebaliknya ada pula yang bilang pola asuh lebih berperan.
 
Namun, seperti kata Albert Einstein, setiap anak bisa jadi jenius jika mendapatkan dukungan yang tepat sesuai dengan potensi yang ia miliki. Intinya dua-duanya sama besar pengaruhnya,” ujar Sally Soo, dari Map My Gene Singapura, konsultan bioteknologi profesional yang baru membuka cabang di Jakarta.

Umumnya, untuk mengetahui bakat seorang anak, orang tua perlu mengenalkan berbagai kegiatan seperti olahraga, kesenian, atau computer di luar sekolah yang menghabiskan biaya cukup besar. Dari situ biasanya ketahuan bakat si anak. Tapi kabar baiknya, kini Anda bisa melakukan pemetaan DNA menggunakan teknologi yang disebut Tes Genetik Bakat Bawaan Lahir untuk mengetahui bakat anak sesungguhnya.

“Karena saya dan suami sama-sama berkecimpung di bidang seni, kami pikir anak kami juga akan memiliki bakat yang sama. Tapi setelah melakukan tes, ternyata anak kami berbakat di bidang teknik -  mekanik, dan tari,” ujar Agatha Suci, penyanyi jebolan Indonesia Idol yang juga ibu dari dua anak.”Kami melakukan tes pada anak karena kami tidak ingin egois memaksakan kehendak pada anak untuk menekuni suatu bidang,” tambahnya.

Gen adalah bagian dari DNA (Deoxyribonucleic Acid) yang menentukan bagaimana sel-sel akan hidup, berfunsi dan berperilaku sepanjang hidupnya. Gen ibarat bahan bangunan kehidupan. Dengan mengetahui gen kita dapat menemukan karakteristik unik yang membedakan manusia yang satu dengan yang lain.

Karenanya tak salah jika masa depan kita sebenarnya dapat ditentukan melalui gen yang telah ada ada tubuh sejak kita lahir. Bahkan Robert Plomin, profesor dan ahli riset perilaku genetika dari The Institute of Phychiatry, King’s College London, mengatakan, 32%-62 tingkat kesuksesan orang dipengaruhi oleh gen-gen di dalam tubuhnya.

Untuk mengetahui gen bakat bawaan lahir caranya mudah saja, cukup dengan dilakukan pengambilan sampel yang dilakukan dengan mengusap rongga mulut, mengirim sampel itu ke laboratorium untuk diolah dan diurai menjadi kode-kode DNA yang terperinci, lalu diterjemahkan menjadi informasi. Waktu yang diperlukan sejak sampel diambil hingga informasi didapat sekitar 4 – 6 minggu.
 
Tes berbiaya Rp20 juta itu tak hanya bermanfaat bagi orang tua untuk mengetahui potensi anak sejak kecil, tapi juga bisa digunakan untuk mengetahui potensi sesungguhnya dari seorang remaja, yang biasanya masih labil, sebelum memutuskan untuk kuliah di bidang apa.

Bahkan ini bisa berguna bagi perusahaan atau profesional yang ingin tahu apakah ia sudah tepat berkarier di bidang tertentu. Ini karena sesungguhnya gen seseorang tidak berubah, tapi bisa jadi potensi tersembunyi jika tidak pernah diasah.

Tes genetik bakat bawaan lahir juga bisa menemukan kepribadian seseorang (optimis, pengambil risiko, gigih, pemalu,penyabar, cepat beradaptasi), kecerdasan intelektual (analitis, memori, kreativitas, kemampuan membaca, imajinasi), kecerdasan emosional (penyayang, kesetiaan, kepekaan emosi, sosialiasi, kemampuan mengontrol diri), bakat artistik (akting, musik, menggambar, sastra, menari, bahasa), kemampuan olahraga (stamina, teknik, kecenderungan cedera), bahkan potensi kesehatan fisik dan kecanduan seseorang.

“Siapa yang tidak tahu Taufik Hidayat, salah satu atlet bulutangkis terhebat yang pernah dimiliki Indonesia? Dari tes genetik, ia memang terbukti memiliki gen yang berpotensi membuatnya menjadi atlet. Bisa dibilang, tes ini memiliki akurasi hingga 95%,” ujar Kartina Lydiawati, perwakilan dari Map My Gene Indonesia. femina.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua jug…

Lima (5) Jurus Ampuh Mencegah Penculikan Anak

Kasus penculikan anak yang sering Anda lihat di televisi, koran atau media lainnya pasti akan membuat Anda para orangtua menjadi was-was. Pasalnya penculikan yang terjadi tidak hanya terjadi pada anak-anak usia sekolah tapi juga balita yang dijaga oleh pengasuh. Hal inipun kemudian membuat para orangtua membatasi dunia bermain anaknya. Anak-anak disuruh bermain di rumah untuk menghindari terjadinya penculikan. Selain itu, banyak orangtua yang terpaksa berhenti bekerja atau meminta tolong kepada keluarga terdekat untuk menjaga anaknya karena mereka tidak percaya lagi dengan pengasuh bayi. Selain kedua hal tersbut, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya penculikan anak, terutama anak usia sekolah:

1 Tanamkan Kewaspadaan

Katakan kepada anak kalau dia tidak boleh langsung percaya pada orang yang baru dikenalnya. Katakan kepada mereka untuk tidak goyah meskipun dibujuk dengan mainan atau permen. Anda juga harus mengatakan kalau mereka tidak boleh p…