Langsung ke konten utama

Membangkitkan Kecerdasan Anak melalui Dongeng

Menimbang pentingnya membaca bagi pertumbuhan anak, American Academy of Pediatrics (APP) menyarankan agar orangtua membacakan buku atau gambar dengan nyaring kepada anak untuk membantu kemampuan berbahasa anak dan tentunya meningkatkan ikatan antara anak dan orangtua.
 
Adalah buku dongeng yang berisi cerita rakyat ataupun legenda bisa Anda pilih sebagai materi bacaan untuk Si Kecil. Berikut adalah beberapa manfaat lain yang bisa Anda dapat jika rutin mendongengkan anak di rumah.

Membangun Kecerdasan Emosional

Sebagai sarana yang mampu merekatkan hubungan orang tua dan anak, mendongeng dapat membangkitkan kecerdasan emosional untuk anak. Dengan memberikan nilai-nilai moral dalam kisah dongeng, anak dapat belajar dengan melihat contoh melalui tokoh dalam cerita yang didongengkan.

Mengembangkan Daya Imajinasi Anak

Mendongeng dapat meningkatkan imajinasi dan membiarkan anak memiliki dunianya sendiri. Jika rutin dilakukan, kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas anak yang akan menjadi bekal mereka saat terjun langsung ke sekolah.

Meningkatkan Keterampilan dalam berbahasa

Kisah dongeng merupakan stimulasi dini yang mampu merangsang keterampilan berbahasa pada anak-anak. Menyuguhkan kisah dongeng kepada anak dapat melatih kemampuan berbahasa mereka. Anak yang rutin didongengkan akan memiliki perbendaharaan kosakata yang lebih beragam dan juga lebih mampu berkomunikasi dengan orang lain.

Membentuk Rasa Empati

Kepekaan anak rentang usia 3-7 tahun akan dirangsang melalui situasi sosial. Dengan mendongeng, anak dapat memupuk pelajaran berempati terhadap lingkungan sekitar.

Membangkitkan Minat Baca

Langkah awal menumbuhkan minat baca pada anak adalah melalui kegiatan mendongeng yang bisa Anda lakukan sejak dini, bahkan sejak anak masih dalam kandungan. Membacakan kisah dongeng kepada anak-anak dapat meningkatkan minat dan rasa penasaran yang lebih tinggi agar mereka mau belajar membaca. Rasa ingin tahu serta keinginan untuk memahami cerita dapat menstimulasi otak anak menjadi lebih kritis.

Namun demikian disayangkan karena saat ini minat baca di Indonesia masih sangat rendah. Dari 61 negara di dunia, Indonesia menempati urutan kedua dari bawah, 60, sebagai negara dengan minat baca terendah. Lewat gerakan #BukuUntukIndonesia Anda bisa membantu meningkatkan minat baca pada anak-anak dengan mendonasikan buku lewat tautan ini.Bantu bekali anak-anak Indonesia dengan pengetahuan yang bisa mereka dapatkan dari buku yang Anda donasikan untuk perjalanan panjang mereka ke depan. Yusuf budiman, kompasiana.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Cegah Kasus Balita Stunting (Kerdil) dengan Konsumsi Ikan

Makan ikan belum menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakatnya. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan kenyataan tersebut dibarengi dengan data dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan masih tingginya angka balita yang mengalami stunting.
Stunting merupakan kondisi perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, yang akhirnya berdampak kualitas kecerdasan menjadi tidak seperti yang diharapkan. Data pemantauan status gizi pada 2016 menunjukkan jumlah balita stunting mencapai 27,5 persen. Rinciannya, sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen. Sedangkan target Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah di bawah 20 persen. “Masalah stunting ini serius. Bayangkan, dari 10 anak, 4 di antaranya tidak cerdas. Ini bukan yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas,” kata Menteri Kesehatan.

Data tersebut juga menyebutkan kasus balita stunting ditemukan di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Padahal di sa…

Hati-hati 5 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Kanker pada Anak

Sebanyak 16.291 anak umur 0-14 tahun di Indonesia mengidap kanker anak berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Upaya penyembuhan kanker bisa diupayakan asalkan bisa ditemukan dalam fase yang masih dini.

Memang sulit, karena anak sulit untuk mengungkapkan keluhan mereka. Tapi bukan berarti tidak bisa sembuh kok.

"Survivor adalah bukti bahwa mereka bisa sembuh, jadi stigma kanker tidak bisa disembuhkan itu mungkin dulu ya. Sekarang masyarakat sudah mulai melek, karena mungkin dibantu dari media masa yang memberikan informasi gejalanya," kata dr Endang Windiastuti, SpA(K) disela Roadshow Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) di Manado, Sulawesi Utara.

Nah, karena itu, yuk kenali beberapa gejala yang harus diwaspadai. Ketika menemukan ciri berikut pada anak Anda, jangan segan untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

1 Berat badan tidak kunjung naik
Anak harus mengalami tumbuh dan kembang, itu berarti anak harus mengalami kenaikan berat badan. …