Langsung ke konten utama

Astaga! Ditemukan Pabrik Bayi, Mereka Hanya Diberi Makan Mie dan Sebagian Terjangkit AIDS

Anak sejatinya adalah titipan-Nya. Untuk itulah, memastikan jika anaknya tumbuh dengan baik, sehat dan tanpa adanya tekanan dari pihak lain adalah hal yang senantiasa harus selalu diupayakan para orang tua demi menjaga dan menjamin agar anak-anak merasa aman dan terlindungi.
 
Jika sebagian besar para ibu dan orangtua banyak mengupayakan segala hal demi membuat bayi mereka aman, nyaman dan senantiasa sehat terjaga. Sayangnya, ada sebagian bayi yang mendapatkan nasib yang kurang beruntung, mereka seolah dibuang dan ditelantarkan, sehingga bayi-bayi ini harus hidup dalam kesengsaraan dan kondisi yang memprihatinkan.

Belakangan ini banyak desas-desus di beberapa negara yang mengatakan terdapat pabrik bayi. Pabrik bayi tersebut akan memilih para wanita hamil untuk melahirkan dipabrik tersebut dan si bayi akan dibawa kemudian dibeli untuk di jual kembali. Dan rupanya, hal ini bukan cuma gosip belaka, ternyata memang benar adanya. Pabrik bayi keji ini ditemukan di Cina, kepolisian Cina menemukan adanya sebanyak 37 bayi terlantar di pabrik tersebut, kondisi merekapun begitu memprihatinkan.

Dari Temuan Ke 37 Bayi, Mirisnya Tidak Ada Satupun yang Sehat
 
Setelah kepolisian setempat mendapatkan laporan adanya sebuah gedung yang mencurigakan dan seringkali terdengar suara tangisan bayi, akhirnya polisi mengecheck gedung tersebut dan menemukan jika gedung tersebut ternyata sebuah pabrik bayi. Dari pabrik ini, polisi telah mengamankan sebanyak 37 bayi malang dalam kondisi yang masih hidup. Bayi-bayi malang ini ditemukan dalam sebuah ruangan kumuh dengan kondisi yang begitu mengkhawatirkan.

Jika pada umumnya semua bayi harus mendapatkan lingkungan yang bersih dan baik untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya agar terjaga dengan baik, bayi-bayi ini justru mendapatkan nasib yang begitu miris. Bayi yang seharusnya mendapatkan asupan makanan bergizi dengan minum ASI dari orangtuanya, mereka justru diberi makan mie dan makanan sisa. Yang lebih naasnya lagi, beberapa bayi yang ditemukan tersebut dinyatakan terjangkit virus HIV dan positif dinyatakan AIDS dan terkena penyakit menular seksual setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan. Sudah bisa dipastikan, bayi-bayi tersebut mendapatkan penyakit menular ini karena ulah ibunya yang tak bertanggung jawab.
 
Seorang juru bicara kepolisian Wilayah Shandong, Cina mengatakan bahwa dari ke 37 bayi yang mereka temukan, tidak satupun diantaranya yang berada dalam kondisi yang sehat, bahkan 7 diantaranya terjangkiti virus HIV dan AIDS.

Kondisi pabrik bayi ini benar-benar mengerikan, jauh dari kata bersih dan amat tidak cocok untuk proses melahirkan. Jika dilihat, ruangan yang sesak dan gelap serta lingkungan yang kumuh, mungkin lebih cocok jika gedung tersebut seperti pabrik peralatan berat. Pihak kepolisian yang menggerebek tempat kejadian sekaligus telah menangkap 103 orang yang terkait dengan pabrik bayi tersebut. Penyelidikan lebih lanjut yang dilakukan pihak kepolisian mengungkakan jika bayi-bayi malang tak berdosa ini rencananya akan dijual kepada orang yang akan mengadopsi mereka.

Sungguh sebuah kenyataan hidup yang memilukan. Hal ini juga semata-mata tak luput dari faktor ekonomi atau hubungan remaja yang dilakukan pranikah. Sehingga akhirnya, membuat bayi-bayi tak berdosa ini menanggung beban hidup. Jika saja mereka memiliki pilihan, tentu bayi-bayi ini akan lebih memilih untuk tidak dilahirkan jika saja kehidupan yang akan mereka jalani se-memprihatinkan ini. Ulah-ulah oknum tak bertanggung jawab membuat bayi-bayi mungil tak berdosa ini harus hidup dalam keprihatinan yang begitu miris.

Wanita Hamil Dibayar Untuk Melahirkan di Pabrik Bayi

Setelah dilakukan investigasi lebih dalam terhadap semua orang yang terkait dengan permasalah ini, ternyata diketahui jika bayi-bayi tersebut didapat dari wanita-wanita hamil yang dibayar agar mau melahirkan di pabrik bayi tersebut. Para wanita yang dimanfaatkan adalah mereka yang membutuhkan uang dan tidak terlalu memperdulikan bayi yang dikandungnya. Sebagi imbalannya, para wnaita hamil yang mau melahirkan dan menyetujui kelahiran di pabrik akan diberikan uang sekitar Rp. 100-180 juta rupiah untuk sekali melahirkan. Karena latar belakang si ibu atau calon ibu yang melahirkan tidak pernah diperhatikan atau diseleksi dengan baik, maka hampir semua bayi yang lahir memiliki penyakit menular dari ibu mereka.

Sungguh sebuah kisah yang tragis, dimana lagi-lagi, kondisi ekonomi harus menjadi harga yang mahal demi bertahan dan berjuang dalam kerasnya kehidupan. Segala cara banyak diupayakan oleh mereka yang seringkali dibuat kalang kabut oleh kehidupan dunia, sehingga segala hal dan upaya banyak dilakukan, sekalipun itu harus mengorbankan darah dagingnya.

Juru bicara kepolisian juga menambahkan, jika hal tersebut adalah bentuk baru dari perdagangan bayi dan anak. Jika dulu mereka mencuri atau menculik anak untuk kemudian dijual. Saat ini mereka berani membayar para wanita dan terang-terangan memperjual-belikan anak-anak dengan sesuka hati.

Hingga sejauh ini hukuman terberat yang diberikan untuk mereka yang terlibat dengan kasus perdagangan manusia baik bayi maupun rang dewasa akan dikenakan hukuman mati. Apabila seseorang terbukti menjual sebanyak 3 anak, maka hukuman mati sudah siap didepan mata. bidanku.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Cegah Kasus Balita Stunting (Kerdil) dengan Konsumsi Ikan

Makan ikan belum menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakatnya. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan kenyataan tersebut dibarengi dengan data dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan masih tingginya angka balita yang mengalami stunting.
Stunting merupakan kondisi perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, yang akhirnya berdampak kualitas kecerdasan menjadi tidak seperti yang diharapkan. Data pemantauan status gizi pada 2016 menunjukkan jumlah balita stunting mencapai 27,5 persen. Rinciannya, sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen. Sedangkan target Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah di bawah 20 persen. “Masalah stunting ini serius. Bayangkan, dari 10 anak, 4 di antaranya tidak cerdas. Ini bukan yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas,” kata Menteri Kesehatan.

Data tersebut juga menyebutkan kasus balita stunting ditemukan di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Padahal di sa…

Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua jug…