Langsung ke konten utama

Anak Sulung, Tengah, dan Bungsu: Ini Karakter Uniknya

Apakah urutan lahir berpengaruh pada kehidupan harianmu? Menurut psikolog Linda Blair, ketimbang urutan lahir, pengalaman masa kecil menjadi fondasi bagaimana seseorang. "Termasuk dalam kehidupan percintaan,” kata dia seperti dilansir Huffington Post.
 
Blair mencatat cara mendidik dan apakah orangtua Anda tetap harmonis atau berpisah punya pengaruh besar dalam kehidupan percintaan Anda, lebih dari urutan lahir. Namun, urutan lahir juga punya peran dalam menentukan bagaimana Anda memberi dan menerima cinta.

1. Anak Sulung

Anak sulung cenderung pintar, bertanggung jawab dan penuh prestasi. Ketika mereka tumbuh dewasa dan jatuh cinta, sifat positif itu menguntungkannya.

“Mereka rapi dan bertanggungjawab, penuh kasih sayang dan pandai merawat orang lain,” katanya. “Dalam sebuah hubungan, Anda bisa mengandalkan si sulung untuk mendorong agar dirinya lebih baik dan kritis terhadap diri sendiri.”

Tapi ada juga kekurangan yang biasanya dimiliki oleh si sulung, kata pakar parenting Michael Grose.

“Anak pertama bisa jadi perfeksionis, mereka suka mengontrol,” katanya. “Cara mereka memutuskan segala sesuatu dengan risiko rendah bisa membuat anak tengah dan bungsu yang lebih fleksibel jadi pusing tujuh keliling.”

2. Anak Tengah

Berkompromi adalah keunggulan dari anak tengah. Mereka secara alami orang yang suka dengan kedamaian.

“Anak tengah belajar beradaptasi dan bisa berdiplomasi dan unggul dalam bernegosiasi karena mereka menghadapi kakak dan adik,” kata Campbell.

“Keadilan sangat penting bagi mereka.”

Jika Anda anak tengah, sangat penting mengungkapkan sesuatu yang mengganjal di hati dalam kehidupan percintaan.

“Kadang, anak tengah bisa terbawa opini orang lain,” kata Blair. “Mereka realistis tentang kemampuannya sendiri, tapi mungkin tidak terlalu merasa pasti tentang apa yang mereka inginkan dalam hidup.”

3. Anak Bungsu

Anak bungsu kebanyakan orang yang suka mencari perhatian, berani ambil risiko dan penuh karisma. Dalam hubungan percintaan, mereka cenderung jadi orang yang ceria dan spontan serta mudah berteman.

“Sejak kecil, mereka belajar membaca orang dan berinteraksi dengan mereka yang lebih tua di keluarganya,” kata dia.

“Mereka biasanya sangat mudah berinteraksi.”

Sisi buruknya, mereka sering berharap orang lain akan membuat keputusan untuk mereka dan bisa sedikit tidak bertanggungjawab bagi sebagian orang.

“Anak bungsu bisa membuat pasangannya yang sulung tidak sabar karena mereka penuh pesona,” kata Grose. “Mereka bisa agak merepotkan. Tapi sisi baiknya, anak bungsu bisa membuat anak sulung yang kaku jadi lebih santai.”

4. Anak Tunggal

Saat tumbuh besar, anak tunggal tidak pernah harus berkompetisi untuk merebut perhatian orangtua. Mereka konvensional, bertanggungjawab dan bisa diandalkan. Namun karena perhatian selalu tercurah padanya, anak tunggal kadang bisa selalu meminta curahan cinta.

“Mereka tumbuh jadi pusat perhatian dan selalu mendapat kebutuhan lahir dan batin,” jelas dia.

Menurut Campbell, pasangan terbaik anak tunggal mungkin adalah anak sulung karena “mereka sama-sama mengusung nilai tanggung jawab dan bisa diandalkan.”

Hubungan dengan anak bungsu bisa lebih berliku-liku.

“Anak tunggal yang berpasangan dengan bungsu bisa frustrasi karena mereka terbiasa hidup dalam dunia orang dewasa dan melihat spontanitas si bungsu sebagai hal yang konyol,” katanya. “Mereka hanya harus bersabar.” gaya.tempo.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Cegah Kasus Balita Stunting (Kerdil) dengan Konsumsi Ikan

Makan ikan belum menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakatnya. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan kenyataan tersebut dibarengi dengan data dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan masih tingginya angka balita yang mengalami stunting.
Stunting merupakan kondisi perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, yang akhirnya berdampak kualitas kecerdasan menjadi tidak seperti yang diharapkan. Data pemantauan status gizi pada 2016 menunjukkan jumlah balita stunting mencapai 27,5 persen. Rinciannya, sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen. Sedangkan target Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah di bawah 20 persen. “Masalah stunting ini serius. Bayangkan, dari 10 anak, 4 di antaranya tidak cerdas. Ini bukan yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas,” kata Menteri Kesehatan.

Data tersebut juga menyebutkan kasus balita stunting ditemukan di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Padahal di sa…

Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua jug…