Langsung ke konten utama

Tips Mengatasi Sembelit pada Anak

Salah satu permasalahan yang sering menghampiri anak ketika tidak mendapatkan cairan yang cukup adalah masalah pencernaan terutama masalah sembelit. Diperlukan Tips Mengatasi Sembelit pada Anak yang tepat supaya bisa membuat anak menjadi lebih sehat dan segera teratasi masalah sembelit. Sembelit jika dibiarkan akan menyebabkan berbagai permasalahan yang tentunya akan mengganggu pada anak. Sembelit yang tidak juga diatasi justru akan membuat anak mendapatkan virus yang menyebar pada sistem pencernaan.
 
Ada beberapa penyebab yang menjadi penyebab kenapa anak kemudian mengalami sembelit. Seperti misalnya karena pola makan yang tidak baik pada anak, anak yang kuran gmendapatkan asupan air karena kurang minum dan juga bisa juga terjadi karena anak kurang mendapatkan serat yang cukup. Anak yang mengalami kesulitan untuk BAB juga memiliki berbagai ciri yang bisa diwaspadi oleh para orang tua. Anak yang sudah mulai terkena kesusahan untuk melakukan BAB akan mengalami BAB yang menjadi jarang bahkan bisa sampai dengan jangka waktu tiga kali sehari, sekalinya ia melakukan BAB yang ia keluarkan adalah tinja yang keras dan ia pun mengalami kesulitan ketika melakukan BAB. Untuk mengatasinya maka ikuti berbagai cara berikut ini.
  • Pastikan Terlebih Dahulu
Sebelum memulai melakukan berbagai cara untuk meredakan sembelit, hal yang harus dilakukan adalah dengan memastikan terlebih dahulu apakah anak benar-benar mengalami sembelit ataukah tidak. Ciri-ciri orang sembelit harus dilengkapi dengan betul baru dipastikan jika anak memang sedang mengalami sembelit, namun jika anak hanya mengalami rewel bisa juga disebabkan karena hal lain. Jika memang sudh dipastikan jika anak mengalami sembelit maka selanjutnya tinggal melakukan langkah-langkah pengobatan berikutnya. 
  • Perhatikan Konsumsi Air Putih
Hal yang menyebabkan  anak menjadi mengalami sembelit adalah karena anak kurang mendapatkan asupan air yang cukup terutama untuk air putihnya. Air putih pada anak harus dilengkapi dan harus dikonsumsi dengan jumlah yang cukup. Jika tubuh anak kurang mendapatkan asupan air putih maka akan membuat anak tidak bisa melakukan proses pencernaan dengan baik. Selain itu pada bagian kotoran anak juga akan mengeras dan bisa menyebabkan sakit ketika akan dikeluarkan karena kekurangan cairan pada anak.
  •     Anak Jangan Sampai Menahan BAB
Anak yang terlalu sering menahan untuk buang air besar akan mendapatkan infeksi pada bagian pencernaan. Jika terlalu lama menahan rasa BAB kemudian bagian pencernaan anak akan mengalami pengerasan dan juga pada bagian tinja juga akan menjadi sangat kering hingga BAB menjadi keras. Hal ini jika diterus-teruskan akan membuat anak menjadi kurang mendapatkan pencernaan yang kurang bagus. Bahkan, jika terus dipaksakan hingga anak bisa melakukan buang air besar malah justru akan melukai bagian anus dari anak.
  •     Berikan Obat Pencahar Alami
Hal lain yang bisa membuat anak bisa lebih lancar untuk mengatasi sembelitnya adalah dengan memberikan obat pencahar alami. Sebaiknya berikan obat pencahar yang alami dibandingkan dengan membelinya di apotik atau obat kimia sebab ditakutkan akan membuat anak merasakan efek samping yang kurang baik untuk kesehatan anak. Obat untuk pencahar alami yang ampuh untuk mengalami sembelit anak adalah buah plum. Caranya adalah dengan mencampurkan buah plum dan juga air panas kemudian diamkan dahulu semalam penuh. Setelah itu berikan pada anak satu sendok kepada anak.
  •     Ajak Anak Berolahraga
Sembelit yang dirasakan anak sebenarnya juga bisa diatasi dengan baik. Caranya adalah dengan melakukan olahraga lebih rajin untuk membuat usus menjadi lebih aktif bergerak. Bukan olahraga yang berat yang perlu dilakukan pada anak, melainkan ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh anak yang merupakan olahraga ringan. Olahrga seperti lari pagi, jogging dan bersepeda akan menjadi pilihan olahraga yang menyenangkan namun bisa menyehatkan untuk anak.
  • Berikan ASI Eksklusif
Jika anak masih dalam usia dibawah 8 bulan atau masih berusia bayi dan membutuhkan ASI eksklusif maka sebaiknya untuk ibu  memberikan ASI eksklusif hingga dirasa anak sudah bisa mengkonsumsi susu formula. ASI merupakan konsumsi bayi yang paling penting untuk anak. ASI memiliki kandungan nutrisi, protein hingga lemak baik yang terkandung akan sangat baik untuk menjaga kesehatan bagi anak. Sistem pencernaan pada bayi pun akan lebih terjaga dengan adanya konsumsi ini sehingga bisa membuat anak menjadi lebih sehat.
  •     Makanan Mengandung Serat
Makanan yang sangat penting untuk anak adalah makanan yang mengandung serat yang tinggi. Serat ini akan membuat sistem pencernaan menjadi lebih baik sehingga proses BAB akan lebih lancar dan anak tidak akan mengalami sembelit. Makanan yang mengandung serat yang cukup seperti buah-buahan, sayuran dan berbagai jenis makanan lainnya. Dengan memberikan makanan ini maka akan membuat anak bisa lebih sehat dan bisa melakukan pembuangan sisa makanan dengan lebih lancar lagi.

Cara-cara diatas tentu harus menjadi cara yang wajib untuk diperhatikan. Apalagi bagi anak yang saat ini sedang mulai menjalani latihan ibadah puasa yang pastinya harus bisa mencukupi kebutuhan anak dengan baik. Tanpa makanan dan asupan air yang cukup tentu akan membuat anak akan mengalami kesulitan bahkan untuk bisa BAB secara lancar setiap hari pun tidak bisa. Dengan cara-cara diatas maka anak pun bisa lebih sehat dan mampu menjalani ibadah puasa dengan lebih baik. Sumber: tipsdoktercantik.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua jug…

Hati-hati 5 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Kanker pada Anak

Sebanyak 16.291 anak umur 0-14 tahun di Indonesia mengidap kanker anak berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Upaya penyembuhan kanker bisa diupayakan asalkan bisa ditemukan dalam fase yang masih dini.

Memang sulit, karena anak sulit untuk mengungkapkan keluhan mereka. Tapi bukan berarti tidak bisa sembuh kok.

"Survivor adalah bukti bahwa mereka bisa sembuh, jadi stigma kanker tidak bisa disembuhkan itu mungkin dulu ya. Sekarang masyarakat sudah mulai melek, karena mungkin dibantu dari media masa yang memberikan informasi gejalanya," kata dr Endang Windiastuti, SpA(K) disela Roadshow Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) di Manado, Sulawesi Utara.

Nah, karena itu, yuk kenali beberapa gejala yang harus diwaspadai. Ketika menemukan ciri berikut pada anak Anda, jangan segan untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

1 Berat badan tidak kunjung naik
Anak harus mengalami tumbuh dan kembang, itu berarti anak harus mengalami kenaikan berat badan. …