Langsung ke konten utama

Tips Memilih Baju Lebaran Untuk Anak

CP: 087 8888 44650 / 08788 4527 005
Momen lebaran biasanya akan dimanfaatkan oleh orang tua untuk membelikan anak mereka baju lebaran yang baru. Memang, lebaran sudah kadung menyatu dengan baju baru sehingga ada pameo yang mengatakan bahwa lebaran tidak akan terasa spesial tanpa membeli baju yang baru. Mulai awal puasa ini, di pasaran sudah banyak tersedia baju lebaran anak-anak dengan aneka style dan warna yang berbeda. Tentu, anak Anda akan sangat menyukai banyaknya pilihan ini karena mereka bisa lebih leluasa untuk mendapatkan pakaian lebaran terbaik seperti yang mereka inginkan. 

Namun, sebagai orang tua, tentu saja Anda tetap harus mengawasi anak Anda saat memilih baju lebaran. Ada baiknya Anda-lah yang memilih baju lebaran tersebut agar mendapatkan baju lebaran terbaik dengan kualitas yang bagus. Banyaknya pilihan baju lebaran untuk anak di pasaran memang terkadang membuat Anda bingung untuk memilih. Berikut kita akan membahas beberapa tips memilih baju lebaran untuk anak yang bisa Anda gunakan untuk membelikan baju lebaran spesial untuk anak Anda. Selamat membaca.
CP: 087 8888 44650
1. Memilih baju yang disukai anak

Membelikan baju lebaran untuk anak-anak memang gampang-gampang susah. Hal ini karena kemauan anak seringkali berbeda dengan apa yang Anda tawarkan. Sebagaimana disinggung di awal bahwa ada banyak sekali jenis baju lebaran khusus anak yang sudah tersedia di pasaran dan dapat menjadi pertimbangan yang tepat bagi anda. Untuk itu, ajaklah anak Anda membeli baju. Tawarkan beberapa model baju yang menurut Anda bagus dan sesuai dengan usia mereka. Anak-anak cenderung akan memilih baju lebaran yang memiliki motif lucu dan berbeda dengan orang tua yang cenderung memilih motif yang simple. Nah, biarkan anak Anda mengekspresikan pilihannya sendiri baru Anda memberi masukan jika Anda merasa bahwa baju tersebut kurang cocok.

2. Memilih warna kesukaan anak

Warna adalah salah satu elemen penting yang harus di perhatikan saat hendak membeli baju lebaran untuk anak Anda. Dengan warna yang menarik, tentu saja anak Anda akan sangat menyukai baju lebaran yang memiliki warna cenderung cerah dan unik. Nah, dengan banyaknya pilihan tersebut, Anda akan menjadi lebih bebas untuk menentukan warna yang tepat untuk anak Anda. Namun, usahakan warna tersebut merupakan warna yang cerah agar anak Anda terlihat selalu ceria saat mengenakannya. Di sisi lain, jika Anda ingin terlihat kompak saat lebaran tiba, maka Anda bisa memilih warna baju anak Anda yang serasi dengan warna baju yang hendak Anda kenakan. Tentu saja baju lebaran yang kompak sekeluarga akan membuat suasana lebaran menjadi lebih semarak dan menyenangkan.

3. Perhatikan ukuran baju anak

Saat memilih baju lebaran untuk anak Anda, tentu memperhatikan ukuran baju lebaran adalah hal yang sangat penting. Ukuran yang tepat akan memberikan kenyamanan yang lebih saat anak Anda mengenakan baju baru mereka pada momen lebaran. Di pasaran, biasanya terdapat beberapa seri ukuran yang bisa Anda pertimbangkan. Namun, ada saat dimana ukuran yang sesuai dengan ukuran anak Anda susah ditemukan. Dalam hal ini, sebaiknya Anda memilih ukuran lebih satu di atasnya agar anak Anda tetap merasa nyaman meskipun baju yang ia kenakan sedikit longgar. Selain itu, Anda juga bisa membawa baju baru untuk lebaran yang terlalu longgar ke penjahit untuk dipermak. Cara ini cukup efektif untuk memberikan ukuran yang pas bagi anak Anda.

CP: 0878 4527 005 / 0878 888 44650
4. Pilih bahan baju yang tepat

Demi mendapatkan baju lebaran yang nyaman dikenakan untuk anak Anda, hal utama yang harus Anda perhatikan adalah bahan dari baju tersebut. Bahan baju memang akan sangat berpengaruh pada kenyamanan yang akan dirasakan oleh anak Anda. Banyaknya pilihan baju lebaran di pasaran juga dibarengi dengan adanya beberapa bahan yang bisa Anda pertimbangkan sebelum memilih. Dalam hal ini, bahan yang tepat dan baik untuk dipilih adalah bahan katun. Ya, katun adalah salah satu bahan baju lebaran yang sangat nyaman karena mampu menyerap keringat dengan cukup baik. Dengan mengenakan baju lebaran berbahan dasar katun, maka anak Anda tidak akan merasa gerah saat mengenakannya di siang hari. Usahakan jangan memilih baju lebaran dengan bahan parasut dan wool karena akan terasa lebih panas saat terkena sinar matahari.

5. Mempertimbangkan harga baju

Tidak ada salahnya jika Anda mempertimbangkan harga baju lebaran anak sebelum Anda membelikannya. Hal ini cukup penting dari beberapa sisi. Saat lebaran, kebutuhan Anda bukan hanya membelikan baju lebaran untuk anak Anda saja, tetapi ada beberapa kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak boros saat membelikan baju lebaran. Selain itu, di sisi lain, membelikan baju lebaran anak dengan harga yang relative terjangkau juga dapat dijadikan sebagai cara pembelajaran anak untuk tidak hidup terlalu boros. Dengan harga baju lebaran yang terjangkau, maka anak tidak akan terbiasa untuk selalu membeli benda yang mewah. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat untuk perilaku anak di masa depan.

Nah, dengan tips memilih baju lebaran sebagaimana di atas, Anda bisa membelikan baju lebaran terbaik untuk anak Anda. Ada baiknya Anda mencoba mencari informasi terkait style baju anak terbaru untuk mendapatkan jenis produk yang up to date. Bila masih bingung, tidak ada salahnya meminta bantuan kepada jasa fashion stylish di halo jasa. Fashion stylish akan membantu Anda untuk membuat sang buah hati terlihat menarik di waktu lebaran nanti. Sumber: tipsdoktercantik.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua jug…

Hati-hati 5 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Kanker pada Anak

Sebanyak 16.291 anak umur 0-14 tahun di Indonesia mengidap kanker anak berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Upaya penyembuhan kanker bisa diupayakan asalkan bisa ditemukan dalam fase yang masih dini.

Memang sulit, karena anak sulit untuk mengungkapkan keluhan mereka. Tapi bukan berarti tidak bisa sembuh kok.

"Survivor adalah bukti bahwa mereka bisa sembuh, jadi stigma kanker tidak bisa disembuhkan itu mungkin dulu ya. Sekarang masyarakat sudah mulai melek, karena mungkin dibantu dari media masa yang memberikan informasi gejalanya," kata dr Endang Windiastuti, SpA(K) disela Roadshow Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) di Manado, Sulawesi Utara.

Nah, karena itu, yuk kenali beberapa gejala yang harus diwaspadai. Ketika menemukan ciri berikut pada anak Anda, jangan segan untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

1 Berat badan tidak kunjung naik
Anak harus mengalami tumbuh dan kembang, itu berarti anak harus mengalami kenaikan berat badan. …