Langsung ke konten utama

Tips Jitu Mengatasi Anak yang sering Menguji Kesabaran Orangtua

Jangan berpikir bahwa kemampuan menganalisa hanya dikuasai oleh orang dewasa, karena faktanya di usianya yang ke-2, anak pun juga sudah mulai memiliki daya analisa berkat perkembangan berpikirnya yang pesat. Ia mulai belajar dari informasi yang ia dengar dan mencontoh apa yang dilihatnya. Tak heran kemampuannya menyerap banyak hal yang bagaikan spons menciptakan keahlian-keahlian baru yang tak selalu dapat Anda terima dengan senang hati. Berikut beberapa contoh kelakuan anak yang menguji kesabaran Anda:

1. MERENGEK
 
Bagi anak, kehilangan perhatian walau hanya sebentar bisa membuatnya kecewa. Maka ketika ia kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan kekecewaannya, ia pun akan merengek.

Lakukan ini:
  • Jika disebabkan penolakan Anda, maka berikan alasan yang jujur kenapa Anda menolak keinginannya.
  • Rekam suara atau gambar saat ia merengek, lalu putar rekaman itu di waktu lain agar anak mendengar dan melihat sendiri sehingga ia berpikir ulang jika ingin melakukannya kembali.

2. SERING MARAH
 
Berbagai hal bisa memicu anak untuk marah yang berujung pada tantrum. Tantrum bisa hadir dalam berbagai bentuk, seperti menjerit keras di tengah keramaian atau memukul-mukul. Umumnya terjadi karena anak merasa kesal dan tidak nyaman dan ini merupakan jalan pintasnya untuk meluapkan perasaannya.

Lakukan ini:
  • Cari tahu kondisi anak saat marah, apakah karena rasa lapar, bosan, atau terlalu lelah. Dengan mengetahui pasti penyebabnya, Anda jadi tahu cara penanganannya.
  • Ajak anak mengenali emosi marah, dan setelah ia mengenali rasa marah, ajak untuk menyalurkan emosi sesuai koridor.

3. SELALU BILANG TIDAK
 
Anak yang sering bilang tidak bisa saja belajar dari diri Anda yang juga sering melakukan hal yang sama padamya. Namun, berkata tidak sangat normal pada anak usia ini karena ini adalah cara yang sehat baginya untuk memiliki kontrol atas dirinya.

Lakukan ini:
  • Jadilah teladan. Dengan melihat orang tua nya melakukan hal yang baik, maka ia pun juga tertantang untuk melakukan hal serupa.
  • Tanya dengan nada biasa-biasa saja apa alasan anak menolak melakukan permintaan Anda. Anak akan belajar untuk memiliki alasan atas keputusan yang diambilnya.
  • Lakukan hal bersama-sama, seperti saat ia tidak mau sikat gigi, maka ajak ia sikat gigi bersama.

4. BERBOHONG
 
Ada beberapa alasan mengapa anak berbohong. Pertama karena ia belum bisa memisahkan antara dunia nyata dan imajinasi. Misalnya, anak ingin sekali punya adik dan ia mulai mengatakan ke orang-orang bahwa Anda sedang mengandung adik laki-lakinya padahal tidak. Atau memang ia berbohong untuk memungkiri telah melakukan sesuatu, seperti memecahkan piring karena takut Anda akan memarahinya.

Lakukan ini:
  • Menegaskan bahwa berbohong itu perilaku yang tidak baik.
  • Jangan langsung percaya omongan anak. Cari tahu dulu kebenarannya dari pihak lain sebelum Anda mengambil sikap.
  • Jika ia berbohong karena belum bisa membedakan antara fakta dan khayalan, jangan langsung hancurkan khayalannya. Ajak ngobrol sambil diselipkan fakta-fakta sesungguhnya.

5. MELANGGAR ATURAN
 




Ketika anak melanggar aturan yang Anda terapkan, hal itu semata karena aturan itu tidak sesuai dengan keinginannya dan ia belum bisa mengontrol diri. Namun di sisi lain, anak justru senang melanggar karena mencari perhatian dari orang di sekitar.

Lakukan ini:

  • Jangan langsung marah. Dekati dan ajak ia dengan menggandeng atau menggendong sambil mengatakan apa yang dilakukannya tidak benar.
  • Beri apresiasi saat anak mengikuti aturan sehingga ia dengan senang hati mengulangi perbuatan itu. Seperti bilang terima kasih saat ia membuang sampah di tempatnya.
  • Hindari situasi yang memungkinkan anak melanggar aturan. Misalnya, saat ia tidak mau membereskan mainan maka siapkan tempat mainan khusus yang disenanginya agar ia mau mengembalikan mainan ke tempat tersebut.

6. SENANG TELANJANG
 
Menolak mengenakan baju adalah salah satu bentuk sikap anak untuk mengukuhkan kemerdekaannya dan senang mencari perhatian Anda. Namun ingatlah, ini hanya salah satu fase yang memang umum dialami dalam periode tumbuh kembangnya.

Lakukan ini:
  • Beri pilihan dengan mengatakan “Mau pakai baju setelah lari keliling ruangan 4 kali atau mau pakai sekarang?“ Dengan memberi pilihan, ia cenderung akan memilih dan mengakhiri ‘drama’ telanjangnya.
  • Ajak anak ikut memilih baju yang akan dipakainya dan bantu ia mengenakan baju dengan tangannya sendiri.
  • Beri penjelasan tentang konsekuensi jika terus telanjang maka akan masuk angin, dan jika masuk angin akan muntah.
  • Beri respon sewajarnya. Jika terlalu berlebihan maka anak cenderung mengulangi drama telanjang ini. ayahbunda.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua jug…

Dramatis: Terekam Jelas Video Kejamnya Penculikan Anak

Inilah video nyata penculikan anak yang marak terjadi belakangan ini. Link video juga bisa dilihat disini: https://youtu.be/wJ6mmq6YaX0
Terlihat jelas bagaimana si penculik menodongkan pisau di leher si anak. Mungkin karena tergiur uang hasil penjualan organ dalam anak itulah sampai si penculik tanpa belas kasihan membantai anak-anak yang berhasil mereka dapatkan. Bayangkan jika petugas tidak sigap segera meyelamatkan anak dari tangan penculik, bisa-bisa leher anak itu digorok dengan pisau yang dibawa si penculik. Konon video ini diambil di daerah Jabodetabek, dimanapun lokasi kejadian penculikan anak ini, setiap orang tua dimanapun berada harus selalu waspada dan memberikan pengarahan pada anak-anak, sopir pribadi atau asisten rumah tangganya. Jangan mudah menyerahkan anak-anak pada orang yang baru dikenal, jangan membiarkan lepas pengawasan pada anak-anak saat bermain. Orang tua wajib terus memastikan kondisi anak bila bermain diluar rumah.
Ayah-Bunda harap selalulah waspada, bahay…