Langsung ke konten utama

Jangan Sembarang Beri Air Putih pada Bayi, Bisa Timbulkan 3 Masalah Ini

Bayi yang baru lahir memiliki pencernaan dan tubuh yang masih sangat sensitif. Berbagai pengaruh dari luar yang bagi orang dewasa bukanlah sebuah masalah bisa menjadi pemicu problem tersendiri untuk bayi.

Minum air putih

Meski terlihat sederhana, bayi yang baru lahir tidak boleh begitu saja diberi air putih. Asupan yang baik untuk bayi adalah Air Susu Ibu (ASI)atau susu formula jika kondisi tidak memungkinkan. Sebagaimana direkomendasikan oleh Lembaga Kesehatan Dunia (World Health Organization – WHO), bayi membutuhkan asupan ASI eksklusif selama minimal enam bulan pertama kehidupannya.

ASI eksklusif artinya bayi hanya mengonsumsi ASI, tidak mengonsumsi makanan atau minuman tambahan lain. Bahkan ketika cuaca panas sekalipun, bayi tidak akan mengalami dehidrasi walaupun hanya diberi ASI atau susu formula. Pemberian air putih pada bayi di bawah enam bulan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Melansir alodokter.com, berikut 3 masalah kesehatan yang tibul jika bayi meminum air putih sebelum usia enam bulan.

1. Risiko gizi buruk

Jika bayi yang disusui dengan ASI ekslusif meminum air putih, dia bisa berhenti menyusu sebelum waktunya dan hal ini bisa menyebabkan kekurangan gizi. Kandungan ASI sendiri sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi agar terhindar dari dehidrasi lantaran 80% ASI adalah air.

Selain menghilangkan rasa haus, ASI juga membantu dalam melindungi bayimu dari infeksi serta membantu bayi tumbuh dan berkembang secara normal. Sementara itu, memberikan air putih pada bayi yang disusui dengan susu formula juga tidak dianjurkan. Hal ini lantaran kandungan gizi yang ada dalam ASI tidak dimiliki oleh air dan susu formula.

2. Risiko diare
 
Meminum air putih juga dapat menyebabkan bayi terkena infeksi karena air mungkin tidak steril, sehingga bayi dapat mengalami diare. Untuk bayi yang mengonsumsi susu formula, seorang ibu dianjurkan menggunakan air yang telah direbus hingga matang dengan suhu minimal 70° Celcius.

Jika menggunakan air mineral kemasan maka pastikan kadar natrium atau biasa ditulis Na tidak lebih dari 200 mg per liter serta kadar sulfat atau biasa ditulis SO atau SO4 kurang dari 250 mg per liter.

3. Risiko keracunan air
 
Mengencerkan susu formula dapat mengundang risiko keracunan air pada bayi. Pada kasus yang jarang terjadi, meminum terlalu banyak air putih dapat menyebabkan bayi keracunan air atau intoksifikasi air.

Intosikfikasi adalah kondisi ketika kadar garam dalam darah turun drastis ke level yang terlalu rendah sehingga mengganggu keseimbangan elektrolit. Well, kapan bayi boleh diberikan air putih?

Bayi diusia 5-7 bulan sudah diperbolehkan untuk belajar minum dengan gelas. Pilihlah gelas ringan yang dapat menampung air sekitar 4-6 ons. TribunStyle.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua jug…

Dramatis: Terekam Jelas Video Kejamnya Penculikan Anak

Inilah video nyata penculikan anak yang marak terjadi belakangan ini. Link video juga bisa dilihat disini: https://youtu.be/wJ6mmq6YaX0
Terlihat jelas bagaimana si penculik menodongkan pisau di leher si anak. Mungkin karena tergiur uang hasil penjualan organ dalam anak itulah sampai si penculik tanpa belas kasihan membantai anak-anak yang berhasil mereka dapatkan. Bayangkan jika petugas tidak sigap segera meyelamatkan anak dari tangan penculik, bisa-bisa leher anak itu digorok dengan pisau yang dibawa si penculik. Konon video ini diambil di daerah Jabodetabek, dimanapun lokasi kejadian penculikan anak ini, setiap orang tua dimanapun berada harus selalu waspada dan memberikan pengarahan pada anak-anak, sopir pribadi atau asisten rumah tangganya. Jangan mudah menyerahkan anak-anak pada orang yang baru dikenal, jangan membiarkan lepas pengawasan pada anak-anak saat bermain. Orang tua wajib terus memastikan kondisi anak bila bermain diluar rumah.
Ayah-Bunda harap selalulah waspada, bahay…