Langsung ke konten utama

Ini Gejala yang sering Timbul Saat Bayi Tumbuh Gigi

Fase tumbuh gigi bisa membuat individu merasa nyeri dan menangis selama berjam-jam. Kondisi ini bisa membuat selera makan hilang. Bayi yang sedang memasuki fase tumbuh gigi pada usia antara empat sampai enam bulan juga mengalami kondisi tersebut.
 
Nafsu makan pada bayi bisa hilang karena gusi dan giginya sakit. Sebaiknya, persingkat waktu makan, yang tadinya 20 menit menjadi 10 menit.

Selain kehilangan waktu makan, ada beberapa kondisi lain saat bayi mengalami fase tumbuh gigi, dilansir dari The Health Site, Rabu (7/6/2017).

1. Tidur terganggu

Bayi mungkin akan terbangun beberapa kali di malam hari dan mulai menangis. Pola tidur ini disebut tidur yang terfragmentasi.

2. Diare

Ini tidak berhubungan langsung dengan fase tumbuh gigi dan tidak tiap anak menderita diare selama fase ini. Namun, ada kemungkinan bayi memasukkan tangan ke mulut karena giginya sakit. Hal ini akan menyebabkan banyak kuman masuk.

3. Demam

Demam dan diare berjalan bersamaan. Pertanda infeksi bisa terlihat dengan demam ringan yang bisa diobati dengan tetes parasetamol. Tapi tidak tiap anak mengalami demam.

4. Iritabilitas (kepekaan merespons sesuatu)

Menggosok mata, menggaruk kepala, dan meratap tanpa alasan adalah tanda-tanda iritabilitas yang sering muncul pada anak Anda saat tumbuh gigi.

Gejala ini akan berhenti sendiri setelah fase masa tumbuh gigi berlalu. sb: health.liputan6.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Cegah Kasus Balita Stunting (Kerdil) dengan Konsumsi Ikan

Makan ikan belum menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakatnya. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan kenyataan tersebut dibarengi dengan data dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan masih tingginya angka balita yang mengalami stunting.
Stunting merupakan kondisi perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, yang akhirnya berdampak kualitas kecerdasan menjadi tidak seperti yang diharapkan. Data pemantauan status gizi pada 2016 menunjukkan jumlah balita stunting mencapai 27,5 persen. Rinciannya, sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen. Sedangkan target Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah di bawah 20 persen. “Masalah stunting ini serius. Bayangkan, dari 10 anak, 4 di antaranya tidak cerdas. Ini bukan yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas,” kata Menteri Kesehatan.

Data tersebut juga menyebutkan kasus balita stunting ditemukan di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Padahal di sa…

Hati-hati 5 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Kanker pada Anak

Sebanyak 16.291 anak umur 0-14 tahun di Indonesia mengidap kanker anak berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Upaya penyembuhan kanker bisa diupayakan asalkan bisa ditemukan dalam fase yang masih dini.

Memang sulit, karena anak sulit untuk mengungkapkan keluhan mereka. Tapi bukan berarti tidak bisa sembuh kok.

"Survivor adalah bukti bahwa mereka bisa sembuh, jadi stigma kanker tidak bisa disembuhkan itu mungkin dulu ya. Sekarang masyarakat sudah mulai melek, karena mungkin dibantu dari media masa yang memberikan informasi gejalanya," kata dr Endang Windiastuti, SpA(K) disela Roadshow Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) di Manado, Sulawesi Utara.

Nah, karena itu, yuk kenali beberapa gejala yang harus diwaspadai. Ketika menemukan ciri berikut pada anak Anda, jangan segan untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

1 Berat badan tidak kunjung naik
Anak harus mengalami tumbuh dan kembang, itu berarti anak harus mengalami kenaikan berat badan. …