Cuaca Panas, Balita Mudah Dehidrasi. Awas Bisa Fatal Akibatnya!

Cuaca Panas, Balita Mudah Dehidrasi. Awas Bisa Fatal Akibatnya!

Baca Juga

Seluruh bagian tubuh manusia selalu membutuhkan air dalam segala aktivitasnya termasuk saat tidur. Manusia dewasa membutuhkan air sekitar 60-70 persen. Sementara, bayi dan anak cairan tubuhnya lebih tinggi dari orang dewasa, sekitar 80 persen. Apalagi untuk janin, lebih dari 90 persen tubuhnya terdiri atas air. Jadi, tubuh memang sangat membutuhkan air. Bisa Bunda bayangkan bagaimana bila si kecil mengalami dehidrasi.
 
Pentingnya asupan air dapat dilihat dari banyaknya air yang pasti dikeluarkan oleh tubuh setiap harinya, bisa melalui air seni, tinja, keringat dan saluran pernapasan.

Bila asupan air mulai berkurang biasanya si kecil akan merasa haus. Rasa haus merupakan petunjuk bahwa tubuh sedang mengalami dehidrasi. Segeralah minum air sebelum merasa haus sehingga keseimbangan cairan dalam tubuh tetap terjaga.

Penyebab Dehidrasi
 
Faktanya, anak-anak usia balita mengalami dehidrasi lebih besar daripada orang dewasa. Pasalnya, banyak faktor yang memungkinkan terjadinya dehidrasi, di antaranya:
 
1. Gastroenteritis atau muntaber

Gangguan infeksi ini penyebab dehidrasi yang paling sering ditemukan pada anak. Muntah dan buang air besar berulang dalam sehari yang berlangsung selama berhari-hari membuat cairan tubuh anak banyak keluar. Parahnya, saat penyakit menyerang, nafsu makan dan minum anak biasanya menurun, sehingga pemasukan nutrisi dan cairan ke dalam tubuhnya kurang sekali.

2. Radang paru-paru atau pneumonia

Gejalanya, anak mengalami panas tinggi dan napasnya cepat. Ini membuat jumlah cairan berupa uap air yang keluar dari paru-parunya meningkat hingga terjadi dehidrasi.

3. Kurang asupan makanan dan minuman

Kala sakit, utamanya yang disertai demam dan mual, nafsu makan dan minum anak biasanya menurun drastis. Sementara, kebutuhan akan cairan meningkat. Atau sebaliknya, karena anak mengalami sulit makan dan minum, daya tahan tubuhnya menurun. Akibatnya, cepat atau lambat ia mudah terserang penyakit.

Gejala Dehidrasi
 
Untuk memastikan apakah si kecil mengalami dehidrasi atau sebaliknya, Bunda bisa melakukan tes urin. Bila urin berwarna kuning pucat dan tidak berbau ini menunjukkan keseimbangan cairan dalam tubuh baik.

 
Sebaliknya, bila urin berwarna kuning pekat atau oranye dengan bau menyengat, menunjukkan perlunya minum lebih banyak untuk cairan dalam tubuh. Gejala dehidrasi tampak pula dari tampilan fisik, mulai dari dehidrasi ringan hingga berat, yakni:

> Ringan

Gangguan dehidrasi dikatakan ringan bila BB (berat badan) anak hanya turun sampai 5 persen. Gejalanya mungkin tak tampak, seperti mukosa atau selaput lendir mulut kering, air mata sedikit, bibir kering tapi masih ada sedikit kelembaban.

> Sedang

Bila mengakibatkan penurunan BB sebanyak 5 – 10 persen. Gejalanya, mukosa atau selaput lendir mulut tampak kering, air mata mungkin tidak ada, bibir serta lidah tampak kering, mata agak cekung. Pada bayi ubun-ubunnya juga tampak cekung. Pada kulit, dehidrasi menyebabkan turgor atau bila dicubit kulit akan tetap cekung atau tidak kembali penuh seperti semula. Urinnya juga berkurang. Pada tingkat ini, gejala dehidrasi harus sudah menjadi perhatian orang tua.

> Berat

Jika kurangnya cairan menimbulkan penurunan BB lebih dari 10 persen, ini pertanda gejala dehidrasi berat. Pada kondisi ini, pengeluaran cairan tubuh bisa berlangsung sampai 200-250 cc/kg BB dalam 24 jam. Normalnya anak-anak membutuhkan cairan sebanyak 100 cc/kg BB per hari.

Bila tidak segera teratasi, bisa jadi kesadaran anak akan menurun, napas jadi cepat, dan denyut jantung ikut meningkat.

Akibat Dehidrasi
 
Air sama pentingnya dengan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Tapi, hal ini sering terlupakan. Kurangnya asupan air bisa menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah. Seperti kita tahu aliran darah beredar mengangkut oksigen dan sari makanan menuju sel pada jaringan tubuh, lalu membawa sisa-sisanya dari sel ke tempat pembuangan. Bila sirkulasi darah terganggu maka proses peredaran oksigen, makanan, dan pembuangan sisa-sisa itu pasti terganggu sehingga berisiko gangguan ginjal atau infeksi saluran kemih di kemudian hari.

Berakibat Fatal
 
Dehidrasi juga membuat asupan oksigen ke otak menjadi terhambat, sehingga kesadaran atau konsentrasi anak menurun. Transfer oksigen dari paru-paru ke sel-sel dalam jaringan juga berkurang. Agar oksigen yang tersedia tetap ada, sebagai gantinya kerja jantung dan paru-paru dipacu lebih cepat. Secara fisik akan terlihat nafasnya seperti memburu, ini pertanda dia sudah memakai cadangan kekuatannya.

Bila keadaan ini dibiarkan terus, pada suatu titik nafasnya akan berbalik semakin turun. Bila keadaan semakin berat, maka sulit baginya bisa balik lagi. Kondisi seperti ini jika tidak segera diatasi, bisa menyebabkan kematian. momkiddie.com
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Related Posts

Cuaca Panas, Balita Mudah Dehidrasi. Awas Bisa Fatal Akibatnya!
4/ 5
Oleh