Langsung ke konten utama

Bunda Hati-hati Gunakan Car Seat, Balita Ini Mati Otak karena Car Seat

Seorang balita dinyatakan mati otak, atau koma, setelah kehabisan oksigen. Sebab, pengasuhnya terburu-buru menaruh sang bayi di baby car seat, atau kursi mobil untuk bayi, sehingga si bayi mengalami kesulitan bernapas karena pengasuh mengikat terlalu kencang.
 
Kejadian nahas itu terjadi di Indiana, Amerika Serikat. Seperti dilansir dari laman Fox Health, bayi malang yang masih berusia 17 bulan tersebut, ditemukan ayahnya, Mayor Maxie dalam keadaan lemas dan membiru dengan posisi merosot ke bawah car seat.

Kejadian tersebut bermula, ketika seorang perawat bayi dari yayasan Lineline Youth and Family Services yang di sewa Maxie untuk menjemput si bayi dari rumah ibunya, Jackie Smith di Noblesville dan mengantarnya ke rumah.

Kepada Fox, Smith, nenek si bayi menceritakan bahwa si pengasuh terlihat terburu-buru saat menjemput si bayi dan meletakkannya di car seat. Setelah pengasuh meninggalkan rumah, Smith merasa curiga dan langsung menelepon Maxie untuk memastikan saat si bayi tiba nanti.

Kecurigaan Smith ternyata benar, ketika pintu mobil bagian tengan (tepat di belakang kemudi) di buka, si bayi sudah lemas. Melihat kondisi anaknya, Maxie langsung memberikan pertolongan pertama napas buatan kepada bayinya, dan segera memanggil petugas paramedis, sehingga si bayi bisa cepat mendapat pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit.

"Wajahnya biru dan dokter menyatakan bahwa dia kehabisan oksigen, dan tidak ada oksigen ke otak selama 30 menit," kata Smith.

Beruntung tidak meninggal dunia, namun bayi malang itu harus mengalami mati otak, atau koma. Dokter juga mengatakan bahwa dikhawatirkan bayi tersebut mengalami kerusakan saraf pada otak. Namun, hal itu masih dilakukan pemeriksaan.

Keluarga Maxie mengklaim bahwa pengasuh tersebut terlalu kencang mengikat sabuk pengaman, sehingga menghentikan aliran oksigen ke paru-parunya. Departemen Kepolisian Metropolitan Indianapolis dan Departemen Pelayanan Anak di Indiana mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki insiden tersebut.

Sementara itu, yayasan asal si pengasuh bayi, Lifeline Youth and Family Services sampai saat ini belum mau memberikan keterangan. Si pengasuh akhirnya ditahan sampai proses penyelidikan selesai. Di lain sisi, ia diberhentikan tanpa gaji. viva.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua jug…

Dramatis: Terekam Jelas Video Kejamnya Penculikan Anak

Inilah video nyata penculikan anak yang marak terjadi belakangan ini. Link video juga bisa dilihat disini: https://youtu.be/wJ6mmq6YaX0
Terlihat jelas bagaimana si penculik menodongkan pisau di leher si anak. Mungkin karena tergiur uang hasil penjualan organ dalam anak itulah sampai si penculik tanpa belas kasihan membantai anak-anak yang berhasil mereka dapatkan. Bayangkan jika petugas tidak sigap segera meyelamatkan anak dari tangan penculik, bisa-bisa leher anak itu digorok dengan pisau yang dibawa si penculik. Konon video ini diambil di daerah Jabodetabek, dimanapun lokasi kejadian penculikan anak ini, setiap orang tua dimanapun berada harus selalu waspada dan memberikan pengarahan pada anak-anak, sopir pribadi atau asisten rumah tangganya. Jangan mudah menyerahkan anak-anak pada orang yang baru dikenal, jangan membiarkan lepas pengawasan pada anak-anak saat bermain. Orang tua wajib terus memastikan kondisi anak bila bermain diluar rumah.
Ayah-Bunda harap selalulah waspada, bahay…