Langsung ke konten utama

Berlabel 'Sehat', Faktanya 5 Makanan Ini Tak Baik Untuk Si Kecil

Bun, pernah kah mengalami kebingungan saat anak tidak mau makan atau terlalu pemilih? Seringkali para ibu dibingungkan dengan masalah ini. Jika anak tidak mau makan, gizinya tidak cukup, maka tentu akan berdampak untuk perkembangan tubuh dan otaknya.
Salah satu jalan yang biasanya dilakukan adalah memberikan asupan gizi melalui camilan-camilan, ketimbang makanan berat dalam porsi besar. Cara ini bisa menjadi alternatif untuk memenuhi gizi anak. Namun, sebelum memutuskan memberikan asupan gizi berupa cemilan pada anak, Bun harus tahu bahwa tidak semua camilan yang tampaknya menyehatkan itu, benar-benar aman dikonsumsi anak-anak lho. Misalnya, lima camilan berikut ini:

1. Minuman berenergi

Produk minuman berenergi tidak hanya diproduksi untuk orang dewasa. Beberapa perusahaan juga menciptakannya untuk anak-anak. Tetapi jangan tertipu oleh kandungan potasium dan sodium yang digadang-gadang mampu menggantikan elektrolit tubuh yang hilang, Bun. Karena menurut penelitian yang dimuat dalam parents.com, dalam botol seberat 20 ons minuman benergi, mengandung lebih dari 8 sendok gula! Jika dibiasakan, maka anak akan berpeluang besar menderita obesitas di kemudian hari.

2. Selai cokelat

Selai cokelat sangat umum menjadi isian roti tawar sebagai bekal sekolah. Faktanya, selai cokelat yang dijual di pasaran, sedikitnya mengandung 21 gram gula per paknya, atau sekitar 5 sendok gula. Padahal selama ini para orang tua mengandalkan selai cokelat untuk bekal sehat bukan? Bun bisa membuat sendiri selai cokelat enak dan sehat seperti resep ini.

3. Snack buah

Snack yang mengklaim dirinya mengandung sari buah alami, biasanya berwujud jelly atau gummy snack. Tak jarang kita menyelipkan sekantong jelly atau gummy snack ini sebagai bekal untuk anak. Padahal, biasanya snack-snack ini justru hanya mengandalkan konsentrat jus buah yang mana dibuat dari gula dalam jumlah banyak. Tidak ada kandungan buah di dalamnya!

4. Jus

Jus buah dan sayur memang menyehatkan, selama dibuat sendiri dari buah dan sayur sungguhan. Kebanyakan jus buah dan sayur yang dikemas dan dijual di supermarket mengandung konsentrat buah, gula dan pengawet. Rasanya yang manis, membuat anak-anak ketagihan dan dalam jangka waktu lama, bisa menurunkan nafsu makan anak terhadap makanan sehari-hari dan membuat ketagihan terhadap jus buatan ini.

5. Crackers

Crackers bisa menjadi pengganjal perut untuk anak-anak. Tetapi biasanya crackers yang dijual di pasaran mengandung banyak refined flour, pemanis ataupun MSG. Refined flouradalah tepung yang dalam proses pengolahannya telah kehilangan 50-90 persen nutrisi dari gandum sebagai bahan pembuatannya.

Itu dia 5 snack yang bersembunyi di balik label 'makanan sehat' tetapi kenyataannya tidak seperti yang kita kira. Jadi, bijaklah memberi asupan gizi untuk si kecil ya Bun. Sumber: vemale.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua jug…

Dramatis: Terekam Jelas Video Kejamnya Penculikan Anak

Inilah video nyata penculikan anak yang marak terjadi belakangan ini. Link video juga bisa dilihat disini: https://youtu.be/wJ6mmq6YaX0
Terlihat jelas bagaimana si penculik menodongkan pisau di leher si anak. Mungkin karena tergiur uang hasil penjualan organ dalam anak itulah sampai si penculik tanpa belas kasihan membantai anak-anak yang berhasil mereka dapatkan. Bayangkan jika petugas tidak sigap segera meyelamatkan anak dari tangan penculik, bisa-bisa leher anak itu digorok dengan pisau yang dibawa si penculik. Konon video ini diambil di daerah Jabodetabek, dimanapun lokasi kejadian penculikan anak ini, setiap orang tua dimanapun berada harus selalu waspada dan memberikan pengarahan pada anak-anak, sopir pribadi atau asisten rumah tangganya. Jangan mudah menyerahkan anak-anak pada orang yang baru dikenal, jangan membiarkan lepas pengawasan pada anak-anak saat bermain. Orang tua wajib terus memastikan kondisi anak bila bermain diluar rumah.
Ayah-Bunda harap selalulah waspada, bahay…