Langsung ke konten utama

Berikut Cara mudah Mengawasi Konten Facebook untuk Anak Anda

Melihat dengan banyak berbagai kasus kejahatan pada anak di media sosial, membuat sebuah alarm tersendiri bagi para orang tua untuk memberikan pengawasan lebih terhadap aktifitas anak, terutama dalam bermain sosial media.
 
Nah untuk itu, pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi informasi tentang Cara Mengawasi Konten Facebook Anak. Sosial media terbesar itu telah meluncurkan fitur baru bernama Privacy Checkup.

Ini merupakan sebuah tool sederhana yang bisa digunakan untuk para orang tua melakukan setting privaci akun facebook milik anaknya. Para orang tua bisa melakukan monitoring dan juga mengedit siapa saja mereka yang bisa melihat postingan dari si anak.

Dengan menggunakan fitur Privacy Checkup ini maka para orangtua bisa memerikan setting privacy dari anak mereka secara cepat, muali dari info pribadi, konten yang ia posting, hingga aplikasi apa saja yang terhubung dengan akun Facebook tersebut.
 
Cara Mengawasi Konten Facebook Anak

Untuk tips trik kita tentang Cara Mengawasi Konten Facebook Anak kali ini akan menggunakan fitur yang bernama Privacy Checkup dari Facebook, ada 4 tahap yang bisa anda lakukan, caranya:

 
Buka Privacy Checkup: untuk melakukan hal ini, klik link pada bagian security tab yang letaknya berada di sebelah kanan ikon notifikasi pada toolbar di Facebook.


  
Lalu pada bagian “Kiriman” silahkan pilih beberapa orang yang di inginkan bisa melihat setiap postingan nantinya
 

Lalu masuk pada bagian “Aplikasi”, lihat beberapa aplikasi yang dibuka dengan menggunakan akun Facebook, disini bisa anda edit maupun menghapus beberapa aplikasi yang dianggap berbahaya.

  
selanjutnya, silahkan masuk pada bagian your profil, disini anda bisa merubah informasi pribadi dari anak mulai ulang tahun,nomor telepon dan hal lainnya. Pengaturan ini bisa dirubah ke privasi agar tak semua orang bisa melihatnya.


Sekali lagi, dengan menerapkan hal ini diharapkan bisa memonitoring dan membantu para orang tua untuk mengajarkan anak dalam menggunakan sosial media secara aman. Untuk fitur Privacy Checkup ini bisa diakses oleh pengguna Facebook diseluruh dunia.

Demikian informasi dari kami tentang cara mengawasi konten facebook anak, semoga bermanfaat. oketekno.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Cegah Kasus Balita Stunting (Kerdil) dengan Konsumsi Ikan

Makan ikan belum menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakatnya. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan kenyataan tersebut dibarengi dengan data dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan masih tingginya angka balita yang mengalami stunting.
Stunting merupakan kondisi perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, yang akhirnya berdampak kualitas kecerdasan menjadi tidak seperti yang diharapkan. Data pemantauan status gizi pada 2016 menunjukkan jumlah balita stunting mencapai 27,5 persen. Rinciannya, sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen. Sedangkan target Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah di bawah 20 persen. “Masalah stunting ini serius. Bayangkan, dari 10 anak, 4 di antaranya tidak cerdas. Ini bukan yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas,” kata Menteri Kesehatan.

Data tersebut juga menyebutkan kasus balita stunting ditemukan di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Padahal di sa…

Hati-hati 5 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Kanker pada Anak

Sebanyak 16.291 anak umur 0-14 tahun di Indonesia mengidap kanker anak berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Upaya penyembuhan kanker bisa diupayakan asalkan bisa ditemukan dalam fase yang masih dini.

Memang sulit, karena anak sulit untuk mengungkapkan keluhan mereka. Tapi bukan berarti tidak bisa sembuh kok.

"Survivor adalah bukti bahwa mereka bisa sembuh, jadi stigma kanker tidak bisa disembuhkan itu mungkin dulu ya. Sekarang masyarakat sudah mulai melek, karena mungkin dibantu dari media masa yang memberikan informasi gejalanya," kata dr Endang Windiastuti, SpA(K) disela Roadshow Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) di Manado, Sulawesi Utara.

Nah, karena itu, yuk kenali beberapa gejala yang harus diwaspadai. Ketika menemukan ciri berikut pada anak Anda, jangan segan untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

1 Berat badan tidak kunjung naik
Anak harus mengalami tumbuh dan kembang, itu berarti anak harus mengalami kenaikan berat badan. …