Langsung ke konten utama

Anak Kena Cacar Air, Ini 6 Tips Terbaik Harus Dilakukan Oleh Para Ibu

Penyakit cacar air biasanya dialamu oleh anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun dan jarang menyerang orang dewasa. Hampir semua orang dewasa yang pernah mengidap cacar air tidak akan tertular lagi.

Pada saat terserang cacar air biasanya akan membuat rasa tidak nyaman. Pada dasarnya penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan apa pun. Namun saat terserang cacar air sering ada beberapa gejala yang membuat tidak nyaman seperti adanya demam, rasa gatal, nyeri menelan dan beberapa gejala lain yang tidak nyaman.

Berikut adalah hal yang harus dilakukan bila anak Anda terkena cacar air:

1. Biarkan anak Anda istirahat dirumah

Saat anak-anak menderita cacar air, maka dapat menularkannya ke anak-anak lainnya yang belum pernah terinfeksi atau belum mendapatkan vaksin cacar air. Biasanya dokter akan memberikan surat ijin agar anak Anda dapat beristirahat dirumah dan tidak menularkan kepada anak-anak lainnya.

Biarkan anak Anda beristirahat di rumah selama paling tidak 7 hari setelah bintil cacar yang pertama muncul. Setelah bintil-bintil cacar air mengering, anak Anda dapat kembali bersekolah. Waktu yang dibutuhkan hingga bintil-bintil cacar air mengering mungkin lebih dari 7 hari.

2. Berikan banyak cairan

Biasanya anak yang mengalami cacar air akan disertai dengan demam, jadi berikan banyak cairan yang akan membantu menjaga kulitnya tetap lembap, sehingga mengurangi rasa gatal yang dirasakan, serta membantu penyembuhan luka cacar air. Usahakan agar anak Anda minum 8 hingga 10 gelas air setiap hari.

3. Beri makanan lunak yang mudah dicerna

Bintil cacar air juga bisa muncul di dalam tenggorokan. Apabila hal ini terjadi, anak Anda akan sulit menelan makanan. Jadi sebaiknya Anda harus memberikan makanan yang lunak sehingga mudah ditelan dan dicerna.

Anda bisa memberikan makanan lunak seperti sup ayam bisa membantu menenangkan tenggorokan, sementara sup wortel dan ketumbar diketahui dapat melawan infeksi. Hindari makanan pedas, karena dapat membuat tenggorokan terasa pedih.

4. Berikan vitamin C

Vitamin C berguna untuk memperkuat daya tahan tubuhnya. Daya tahan tubuh yang lebih kuat dapat membantu melawan infeksi dan mempercepat pemulihan tubuh dari penyakit untuk melawan virus cacar air. Berikan buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin C seperti beraneka macam buah jeruk, kiwi, stroberi, dan pepaya. Sayuran seperti brokoli, bayam.

5. Mandi air dingin

Mandi air dingin dapat membantu meredakan rasa gatal pada kulit anak, sekaligus membuatnya merasa lebih nyaman selama sakit. Jangan biarkan anak Anda mandi air panas, karena air panas bisa membuat kulitnya kering dan memperparah rasa gatal akibat cacar air.

6. Potong kuku anak Anda

Saat mengalami cacar air, biasanya akan timbul rasa gatal, dengan memotong kuku maka tidak akan membuat luka garukan. Karena bila bintil cacar air pecah, luka yang terbuka akan lebih mudah terinfeksi. Apabila bayi Anda terinfeksi cacar air, Anda bisa menggunakan sarung tangan bayi untuk mencegahnya mencakar bintil-bintilnya.

7. Berikan salep atau krim asiklovir

Asiklovir adalah obat antiviral yang dapat menghambat penyebaran virus dan meredakan gejala seperti ruam dan bintil-bintil pada cacar air. Pengobatan ini umumnya dimulai antara 24-48 jam setelah ruam timbul.

8. Beri obat minum dengan teratur

Untuk mendapatkan penanganan terbaik adalah saat mulai muncul bintil-bintil agar Anda segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Meski cacar air dapat sembuh sendiri, namun untuk anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah biasanya bisa terjadi infeksi tambahan. Biasanya dokter akan memberikan obat asiklovir, berikan sesuai dosis dan cara minum obat yang baik. Selain itu dokter juga akan memberikan obat parasetamol untuk meredakan demam dan menghilangkan rasa sakit akibat timbul bintil-bintil. Bila perlu dokter akan memberikan obat antigatal.

Penyakit cacar air mudah menular sehingga Anda harus memperhatikan kesehatan anggota keluarga yang lain dengan memberikan banyak suplemen dan makanan yang bergizi tinggi. Sumber: dokter.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Cegah Kasus Balita Stunting (Kerdil) dengan Konsumsi Ikan

Makan ikan belum menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakatnya. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan kenyataan tersebut dibarengi dengan data dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan masih tingginya angka balita yang mengalami stunting.
Stunting merupakan kondisi perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, yang akhirnya berdampak kualitas kecerdasan menjadi tidak seperti yang diharapkan. Data pemantauan status gizi pada 2016 menunjukkan jumlah balita stunting mencapai 27,5 persen. Rinciannya, sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen. Sedangkan target Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah di bawah 20 persen. “Masalah stunting ini serius. Bayangkan, dari 10 anak, 4 di antaranya tidak cerdas. Ini bukan yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas,” kata Menteri Kesehatan.

Data tersebut juga menyebutkan kasus balita stunting ditemukan di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Padahal di sa…

Hati-hati 5 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Kanker pada Anak

Sebanyak 16.291 anak umur 0-14 tahun di Indonesia mengidap kanker anak berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Upaya penyembuhan kanker bisa diupayakan asalkan bisa ditemukan dalam fase yang masih dini.

Memang sulit, karena anak sulit untuk mengungkapkan keluhan mereka. Tapi bukan berarti tidak bisa sembuh kok.

"Survivor adalah bukti bahwa mereka bisa sembuh, jadi stigma kanker tidak bisa disembuhkan itu mungkin dulu ya. Sekarang masyarakat sudah mulai melek, karena mungkin dibantu dari media masa yang memberikan informasi gejalanya," kata dr Endang Windiastuti, SpA(K) disela Roadshow Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) di Manado, Sulawesi Utara.

Nah, karena itu, yuk kenali beberapa gejala yang harus diwaspadai. Ketika menemukan ciri berikut pada anak Anda, jangan segan untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

1 Berat badan tidak kunjung naik
Anak harus mengalami tumbuh dan kembang, itu berarti anak harus mengalami kenaikan berat badan. …