Langsung ke konten utama

Agar Anak Tak Berkata Kasar & Jorok, No 2 paling Susah DiHindari Para Bunda

Sebagai seorang ibu atau calon ibu, kita tentunya mengharapkan anak yang sholeh, sopan, dan manis kan? Apa jadinya jika anak kita kasar, jorok, dan sulit diatur? Wah, pening kepala rasanya.
Bagaimana cara menjaga anak tetap polos dan berkata sesuai usianya? Syukur-syukur dia bisa menghindari kata kasar dan jorok seumur hidupnya.

1. Jaga kata-kata kita

Hal pertama yang harus kita lakukan ialah menjaga kata-kata yang diucapkan. Sebagai orang tua, kitalah figur pertama yang mereka tiru. Jika kita terbiasa menjaga perkataan, anak akan merasa malu dan lebih mudah diarahkan saat mereka mulai berbicara kotor atau jorok.

2. Hindari bergosip

Kebiasaan bergosip yang dilakukan orang tua bisa melekat pada anak dan membuatnya meniru kebiasaan ini. Biasakan untuk tidak membicarakan keburukan orang lain di depan anak kita sehingga dia pun terbiasa mengungkapkan hal-hal baik yang dilakukan orang padanya.

3. Buat kesepakatan

Sedari kecil buat kesepakatan dengan anak. Apa konsekuensi yang akan dia terima ketika bicara jorok atau kasar. Misalnya, mulutnya akan ditepuk setiap kali bicara kasar.

4. Buat batasan

Beri batasan ketika anak mulai mengucapkan kata-kata kasar atau jorok. Jika ini sudah telajur, berikan larangan tegas saat anak mulai mengucapkan kata-kata tidak baik ini. Beri penjelasan dan pengertian pada si kecil, kata apa saja yang boleh dia gunakan saat berbicara dengan orang lain.

5. Ajarkan rasa hormat

Tanyakan pada si kecil, apakah dia nyaman saat orang lain memanggilnya dengan sebutan buruk? Jika jawabannya ya, beri penjelasan logis jika dia pun tidak boleh mengucapkan kata-kata jorok atau kasar pada orang lain.

6. Berikan perhatian secukupnya

Kesibukan orang tua bisa menjadi penyebab anak terbiasa mengucapkan kata-kata kasar. Sebelum ini terjadi, berikan perhatian pada si kecil secukupnya. Hal ini akan mengurangi kemungkinan anak mencari figur lain di luar rumah selain kita.

7. Biasakan memanggil orang dengan baik

Masyarakat kita terbiasa memanggil orang dengan sebutan buruk yang berhubungan dengan fisik, entah itu gendut, pendek, atau hitam. Hati-hati Sahabat Ummi, ini bisa jadi awal anak untuk meniru perkataan kita. Biasakan memanggil orang lain dengan baik tanpa menambahkan embel-embel olokan yang buruk dan membuat rendah diri.
Sumber: ummi-online.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua jug…

Hati-hati 5 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Kanker pada Anak

Sebanyak 16.291 anak umur 0-14 tahun di Indonesia mengidap kanker anak berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Upaya penyembuhan kanker bisa diupayakan asalkan bisa ditemukan dalam fase yang masih dini.

Memang sulit, karena anak sulit untuk mengungkapkan keluhan mereka. Tapi bukan berarti tidak bisa sembuh kok.

"Survivor adalah bukti bahwa mereka bisa sembuh, jadi stigma kanker tidak bisa disembuhkan itu mungkin dulu ya. Sekarang masyarakat sudah mulai melek, karena mungkin dibantu dari media masa yang memberikan informasi gejalanya," kata dr Endang Windiastuti, SpA(K) disela Roadshow Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) di Manado, Sulawesi Utara.

Nah, karena itu, yuk kenali beberapa gejala yang harus diwaspadai. Ketika menemukan ciri berikut pada anak Anda, jangan segan untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

1 Berat badan tidak kunjung naik
Anak harus mengalami tumbuh dan kembang, itu berarti anak harus mengalami kenaikan berat badan. …