Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Saat si Kecil Tidak Suka Berbagi, Ini Tipsnya!

“Jangan! Bonekanya punyaku!”, teriak Weda (3 tahun) sambil berusaha merebutnya dari temannya yang sedang bermain ke rumah. Lalu mereka saling tarik-menarik dan berteriak hingga sang Bunda datang dan meminta Weda untuk meminjamkan mainannya.

Tapi, ternyata Weda menolaknya. Wah, kok si Kecil pelit begini ya? Ada nggak sih cara agar ia jadi lebih punya rasa peduli dan mau berbagi dengan temannya dan tidak menjadi anak egois?

Sifat Egosentris

Di kalangan anak-anak, hal ini memang sering terjadi. Sebenarnya sejak usia 15 bulan, si Kecil sudah mulai menangkap konsep berbagi. Namun, tentu saja mereka masih perlu banyak bantuan untuk memahaminya.

Berdasar penelitian, anak di bawah 3 tahun akan menganggap apa yang di sekitarnya adalah miliknya. Sedangkan di usia 3-4 tahun, rasa kepemilikan akan terbatas pada hal-hal yang mereka sukai.

Nah, untuk menciptakan si Kecil jadi generasi anak hebat yang tak hanya cerdas tapi juga punya rasa peduli dan mau berbagi, beberapa hal yang bisa Ibu lakukan adala…

Menghukum Anak, Perlukah?

Apabila dilihat lebih dalam, sebenarnya perilaku anak sangat bergantung pada perkembangan fisik, emosional, usia, dan juga kepribadiannya. Tetapi yang sering terjadi justru perilaku anak dianggap bermasalah ketika tidak sesuai dengan harapan orangtua.
Hampir 90 persen orangtua mengaku pernah memberikan hukuman fisik pada anaknya, padahal hukuman fisik ini akan memiliki dampak membahayakan ketika anak tumbuh dewasa nanti. Tahukah anda, bahwa kekerasan fisik pada anak dapat menyebabkan keseimbangan emosi anak terganggu?

Mungkin ada orangtua yang berpikir, dengan memberikan hukuman fisik yang cukup keras akan dapat menghentikan kenakalan anaknya. Tetapi celakanya cara itu justru dapat menimbulkan masalah lain lagi. Sebab meskipun anak hanya sesekali dipukul, hal itu tetap dapat menyebabkan anak menjadi tidak percaya diri dan mudah stres.

Pertanyaannya, bisakah kita mencetak anak-anak hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut dalam diri mereka? Mungkin kita adalah generasi yang…

Ini yang Terjadi Jika Anak Dibentak, Fatal Akibatnya

Tahukan anda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak, dan satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak.





Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan), suara keras dan membentak yang keluar dari orangtua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Dan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.

Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya.

“Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian inda…

Cara Memperlakukan Anak yang Berperilaku Kasar

Tidak ada hal yang lebih menjengkelkan ketika melihat seorang anak bersikap kasar terhadap temannya atau orang lain. Kekasaran adalah ketika seseorang mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak semestinya dan tidak menyenangkan bagi orang lain, sehingga enggan berada di dekatnya.

Bersikap kasar adalah suatu tindakan yang tidak pantas, memalukan, dan menjengkelkan. Kita perlu belajar mengatasi hal ini, karena semakin hari semakin banyak contoh bagaimana seseorang bersikap dan bertindak kasar dalam merespon sesuatu. Dan itu bukanlah contoh yang baik untuk dilihat oleh anak-anak kita.

Disinilah peran orangtua untuk mengarahkan perilaku anak agar agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua harus bisa memberikan kendali terhadap ekspresi emosi anak, dan menuntunnya ke arah yang positif dan bermanfaat. Sebenarnya ada dua hal yang menjadi alasan utama mengapa seorang anak bertindak kasar.

1. Ketidaktahuan

etidaktahuan dapat menyebabkan seorang anak bertind…

Tips Jitu Mengatasi Anak yang sering Menguji Kesabaran Orangtua

Jangan berpikir bahwa kemampuan menganalisa hanya dikuasai oleh orang dewasa, karena faktanya di usianya yang ke-2, anak pun juga sudah mulai memiliki daya analisa berkat perkembangan berpikirnya yang pesat. Ia mulai belajar dari informasi yang ia dengar dan mencontoh apa yang dilihatnya. Tak heran kemampuannya menyerap banyak hal yang bagaikan spons menciptakan keahlian-keahlian baru yang tak selalu dapat Anda terima dengan senang hati. Berikut beberapa contoh kelakuan anak yang menguji kesabaran Anda:

1. MERENGEK
Bagi anak, kehilangan perhatian walau hanya sebentar bisa membuatnya kecewa. Maka ketika ia kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan kekecewaannya, ia pun akan merengek.

Lakukan ini: Jika disebabkan penolakan Anda, maka berikan alasan yang jujur kenapa Anda menolak keinginannya.Rekam suara atau gambar saat ia merengek, lalu putar rekaman itu di waktu lain agar anak mendengar dan melihat sendiri sehingga ia berpikir ulang jika ingin melakukannya kembali.
2. SERING MARAH
Berbagai …

Gunakan Cara Ini Agar Anak Mau Mendengarkan Larangan Anda

Melihat si kecil bersiap-siap naik ke meja,  Anda spontan berteriak, “Jangan naik.” Eh, tapi si kecil tak memedulikan Anda. Dengan tenang ia tetap memanjat meja dan selamat. Anda yang khawatir segera menghampiri dan mengangkatnya dari meja. Si kecil tak mendengar permintaan Anda?
Cobalah merespon penolakan si kecil agar ia memahami maksud Anda :

1. Tetap tenang dan positif
Tak jarang kata “jangan” spontan terucap saat Anda panik melihat si kecil melakukan sesuatu yang dapat membahayakannya, misalnya meloncat dari atas kursi cukup tinggi ke lantai. Sedangkan baginya hal tersebut  adalah permainan yang menyenangkan. Untuk menghindarinya tarik napas dan dekati ia untuk menjaganya agar terhindar dari bahaya dan ucapkan, “Kamu pandai melompat. Pasti lebih seru kalau melompat-lompat di atas kasur saja, yuk!”

2. Berikan pengertian
Mulai memberikan pengertian bahwa apa yang ia inginkan tidak selamanya baik.  “Bunda tahu kamu suka hujan-hujanan. Tapi kalau terlalu lama akan membuat kamu kedingi…

Tips Mencegah Anak Rewel Saat Bersilaturahmi di Lebaran Ini

Membawa anak pergi ke luar rumah bukanlah perkara sederhana. Apalagi, sebentar lagi Idulfitri tiba. Mengunjungi banyak rumah saudara seharian bisa jadi tugas besar bagi orang tua untuk menjaga mood anak. Namun, kini tidak usah khawatir karena Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo membagikan tipnya.

Menurut Vera, yang paling penting untuk mengajak anak ke luar rumah adalah rangkaian persiapan sebelum terjadi drama anak rewel saat masih enak berbincang dengan saudara. Hal ini terutama berlaku untuk anak balita.

Pertama, kenali bagaimana karakter anak. Apakah dia akan mudah rewel jika terlalu lama sehingga orang tua dapat membatasi lamanya kunjungan.

“Siapkan amunisi, terutama ketika Anda yang bertandang ke rumah orang lain. Amunisi ini berupa mainan kesukaan anak yang dapat dikeluarkan ketika anak terlihat mulai bosan dan bisa juga berupa makanan ringan favorit anak jika ternyata di sana tidak ada makanan yang sesuai dengan selera anak,” kata Vera.
Kedua,  bahas situasinya sedetil mungkin.…

Cuaca Panas, Balita Mudah Dehidrasi. Awas Bisa Fatal Akibatnya!

Seluruh bagian tubuh manusia selalu membutuhkan air dalam segala aktivitasnya termasuk saat tidur. Manusia dewasa membutuhkan air sekitar 60-70 persen. Sementara, bayi dan anak cairan tubuhnya lebih tinggi dari orang dewasa, sekitar 80 persen. Apalagi untuk janin, lebih dari 90 persen tubuhnya terdiri atas air. Jadi, tubuh memang sangat membutuhkan air. Bisa Bunda bayangkan bagaimana bila si kecil mengalami dehidrasi.
Pentingnya asupan air dapat dilihat dari banyaknya air yang pasti dikeluarkan oleh tubuh setiap harinya, bisa melalui air seni, tinja, keringat dan saluran pernapasan.

Bila asupan air mulai berkurang biasanya si kecil akan merasa haus. Rasa haus merupakan petunjuk bahwa tubuh sedang mengalami dehidrasi. Segeralah minum air sebelum merasa haus sehingga keseimbangan cairan dalam tubuh tetap terjaga.

Penyebab Dehidrasi
Faktanya, anak-anak usia balita mengalami dehidrasi lebih besar daripada orang dewasa. Pasalnya, banyak faktor yang memungkinkan terjadinya dehidrasi, di antar…

Kala Maghrib Tiba, Jangan Biarkan Anak Keluar Rumah

Jin itu terbagi menjadi jin mukmin yang aman siapa saja yang berjumpa dengannya. Ada pula jin yang ketika berjumpa dengannya, tidak bisa terhindar dari gangguannya, tidak bisa merasa aman karena mereka kafir, serta jika mengganggu anak-anak karena anak-anak belum sempurna akalnya sehingga terpengaruh oleh imajinasi yang buruk. Anak-anak juga belum (belum bisa membaca) nama-nama Allah yang bisa membentengi dari gangguan setan, maka orang tua diperintahkan untuk menahan dan mengumpulkan anak-anak mereka
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika malam telah turun – atau ketika sore menjelang malam – maka tahanlah anak-anak kamu (jangan sampai keluar rumah) karena setan-setan tengah menyebar di saat itu. Setelah berlangsung beberapa saat lamanya, biarkan mereka bermain. Tutuplah semua pintu, bacalah nama Allah, karena setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup. Tutupi tempat minum kalian dengan menyebut nama Allah, sekalipun ha…

Waspada, Candu Animasi yang Melanda Anak Kita!

Kecanduan animasi pada anak menjadi fenomena yang harus diwaspadai orang tua khususnya ibu. Dari anak bangun tidur hingga menjelang tidur, berbagai stasiun swasta nasional berlomba-lomba menayangkan program animasi anak. Demi rating tinggi dan pundi-pundi rupiah stasiun televisi mengesampingkan dampak negatif dari animasi yang ditayangkan.
Bahkan ada salah satu stasiun televisi yang memutar animasi buatan India yang kebanyakan bermuatan kekerasan dan jauh dari ajaran Islam. Tak sedikit pula animasi yang memuat pornografi dan pornoaksi. Lebih miris lagi, ibu sering membiarkan anaknya asyik menonton animasi dengan alasan supaya anak anteng, sementara ibu dapat mengerjakan pekerjaan rumah lainnya.

Lupa, padahal anaknya adalah peniru yang ulung dan pembelajar yang pintar. Maka jangan kaget kalau tiba-tiba anak kita berkata dan bersikap meniru karakter ataupun adegan animasi. Seperti yang diberitakan baru-baru ini, seorang bocah lelaki berusia 7 tahun asal Tiongkok selamat usai terjun dari…

Mahasiswa UGM Ciptakan Mainan Anak Inovatif untuk Belajar Matematika

SLEMAN -- Mahasiswa UGM menciptakan mainan berupa perpaduan jenga dan lego sebagai sarana pembelajaran matematika bagi anak. Mainan yang diberi nama JENGGO ini merupakan karya inovasi dari Anggita Windi Tiasari (FMIPA), Meilinda Chrisdian Pertiwi (FMIPA), Safita Ema Amalia (FMIPA), Galih Yudithya Utama (FMIPA), dan Micahel Sigit Wicaksono Anugrah Kristanto (FTP).
Pembuatan JENGGO dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa matematika merupakan ilmu yang diterapkan pada berbagai disiplin ilmu. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa matematika cukup penting dalam kehidupan sehari-hari.

Tim beranggapan bahwa pemahaman ilmu matematika akan lebih baik diajarkan sejak usia dini, terutama bagi anak di jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP. Dengan begitu, pada jenjang studi selanjutnya mereka akan lebih mudah mempelajari ilmu matematika.

“Matematika sudah mulai dikenalkan sejak usia anak-anak masih dini. Namun banyak yang menganggap matematika sulit dan menjadikannya sebagai momok,” ujar Meilinda.

Menurutn…

Wow! Ini Tanda Anak Punya Kecerdasan Kinetik Tingkat Tinggi

Tidak disangka, ternyata ada delapan jenis cerdasan menurut Howard Gardner. Linguistik, matematik, visual-spasial, musik, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan kinestesik. Dari sekian jenis itu, kecerdasan kinestesik mungkin yang terdengar asing.
Menurut Gardner, jika anak sangat pintar menggunakan kemampuan motoriknya, semisal mahir menari, bermain sepak bola, atau berenang, itu pertanda anak Anda punya kecerdasan kinestetik tinggi. Gampangnya, kecerdasan kinestesik adalah kecerdasan dalam melakukan gerakan tubuh dan anggota badan.

Itu artinya, jika anak Anda tak bisa diam, suka melompat, berlari, menari, berjoget, naik sepeda, dan lain sebagainya, mungkin kecerdasan kinestetiknya bagus sehingga perlu distimulasi supaya berkembang lebih maksimal.

Tak hanya itu, anak yang punya kecerdasan kinestesik tinggi biasanya menyukai permainan yang melibatkan fisik, seperti mengendarai sepeda, berenang, melempar dan menangkap bola, bermain di area permainan, memiliki koordinasi mata dan ta…

Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat? Ini Tips Jitunya

Bergabung di berbagai forum diskusi parenting, banyak sekali pelajaran yang bisa diambil di dalamnya. Terutama dari diskusi harian para orangtua yang suka galau menghadapi anaknya. Kasus ini salah satunya.

“Anak saya susah sekali disuruh sholat, habis wudhu gak bersegera sholat, main dulu, ini itu dulu gak ada habisnya.”  Termasuk saya pernah mengalami hal ini. “Gimana caranya membiasakan ibadah sholat pada anak? anak saya masih suka malas-malasan ketika sholat?

Saya yakin gak sendirian mengalami hal ini. Pembicaraan ibadah apapun termasuk sholat harus melalui 2 tahapan, yaitu:

1. TARGHIB (Bercerita)
Penginstalan atau penanaman nilai-nilai (iman) yang harus diberikan orangtua pada anaknya. Targhib bisa dilakukan dengan 2 cara berikut ini:  Berkisah atau bercerita. Kita harus memastikan anak mendapat nilai-nilai agama/kebaikan setiap harinya. KENALKAN anak pada TUHANNYA sebelum sampai pada perintah Ibadah wajib. BERKISAH, Kisah-kisah yang harus diselesaikan sebelum mencapai usia 7 tahun y…

Bunda Hati-hati Gunakan Car Seat, Balita Ini Mati Otak karena Car Seat

Seorang balita dinyatakan mati otak, atau koma, setelah kehabisan oksigen. Sebab, pengasuhnya terburu-buru menaruh sang bayi di baby car seat, atau kursi mobil untuk bayi, sehingga si bayi mengalami kesulitan bernapas karena pengasuh mengikat terlalu kencang.
Kejadian nahas itu terjadi di Indiana, Amerika Serikat. Seperti dilansir dari laman Fox Health, bayi malang yang masih berusia 17 bulan tersebut, ditemukan ayahnya, Mayor Maxie dalam keadaan lemas dan membiru dengan posisi merosot ke bawah car seat.

Kejadian tersebut bermula, ketika seorang perawat bayi dari yayasan Lineline Youth and Family Services yang di sewa Maxie untuk menjemput si bayi dari rumah ibunya, Jackie Smith di Noblesville dan mengantarnya ke rumah.

Kepada Fox, Smith, nenek si bayi menceritakan bahwa si pengasuh terlihat terburu-buru saat menjemput si bayi dan meletakkannya di car seat. Setelah pengasuh meninggalkan rumah, Smith merasa curiga dan langsung menelepon Maxie untuk memastikan saat si bayi tiba nanti.

Kec…

Jangan Sembarang Beri Air Putih pada Bayi, Bisa Timbulkan 3 Masalah Ini

Bayi yang baru lahir memiliki pencernaan dan tubuh yang masih sangat sensitif. Berbagai pengaruh dari luar yang bagi orang dewasa bukanlah sebuah masalah bisa menjadi pemicu problem tersendiri untuk bayi.

Minum air putih

Meski terlihat sederhana, bayi yang baru lahir tidak boleh begitu saja diberi air putih. Asupan yang baik untuk bayi adalah Air Susu Ibu (ASI)atau susu formula jika kondisi tidak memungkinkan. Sebagaimana direkomendasikan oleh Lembaga Kesehatan Dunia (World Health Organization – WHO), bayi membutuhkan asupan ASI eksklusif selama minimal enam bulan pertama kehidupannya.
ASI eksklusif artinya bayi hanya mengonsumsi ASI, tidak mengonsumsi makanan atau minuman tambahan lain. Bahkan ketika cuaca panas sekalipun, bayi tidak akan mengalami dehidrasi walaupun hanya diberi ASI atau susu formula. Pemberian air putih pada bayi di bawah enam bulan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Melansir alodokter.com, berikut 3 masalah kesehatan yang tibul jika bayi meminum air putih …

Beri ASI Kurang dari Enam Bulan, Bayi Berisiko Kena Liver

Tidak menyusui atau berhenti sebelum enam bulan, meningkatkan risiko bayi menderita penyakit hati, Nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD), di kemudian hari sebesar 40 persen. Demikian menurut sebuah penelitian baru.
Ditemukan juga bahwa obesitas pada awal kehamilan menggandakan risiko bayi terkena penyakit ini. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hati yang serius, termasuk sirosis penyakit yang berpotensi mengancam jiwa.

Selain itu, merokok pada masa awal kehamilan, juga secara signifikan meningkatkan risiko NAFLD pada saat bayi menjadi remaja. Temuan dari penelitian di Australia menunjukkan sejumlah wanita yang khawatir akan bahayanya kesehatan bayi mereka terhadap penyakit ini.

"Penelitian ini selanjutnya mendukung kebutuhan untuk mendukung gaya hidup sehat yang komprehensif sebelum dan selama kehamilan dan pemberian ASI eksklusif berkepanjangan untuk manfaat kesehatan jangka panjang dari generasi mendatang," kata peneliti utama Dr Oyekoya T Ayonrinde dari Universitas West…

Kalau si Kecil Tak Mau Makan Nasi, Buatkan Saja Mie Enak dengan Panduan Ini

Saat si kecil bosan makan nasi, Anda bisa berikan mie. Tapi, agar lebih sehat tentu perlu memperhatikan beberapa hal.
Mie merupakan jenis karbohidrat pengganti nasi. Asalkan tidak memberikan mie instan, si kecil bisa dengan leluasa konsumsi mie. Tentunya dengan racikan yang lebih sehat.
Gizi seimbang bisa didapatkan dengan cara mengonsumsi semua jenis bahan makanan dengan porsi yang tepat. Mie bisa jadi pilihan gizi seimbang asalkan diolah dengan cara ini.

1. Pilih mie

Mie ada banyak jenisnya. Mie telur ataupun bihun jadi salah satu yang bisa Anda berikan pada si kecil. Selain membelinya dalam bentuk kering, Anda juga bisa membuatnya sendiri dengan campuran tepung terigu, telur dan garam. Rebus mie dan buang airnya, untuk menghilangkan sedikit pengawet ataupun pewarna yang ada dari mie.

2. Bumbu alami

Jangan menggunakam bumbu instan. Sebaiknya racik mie dengan campuran bumbu alami. Campuran antara bawang putih, bawang merah, saus tiram, kecap manis, lada dan juga garam. Bumbu ini bisa ja…

Berikut Cara mudah Mengawasi Konten Facebook untuk Anak Anda

Melihat dengan banyak berbagai kasus kejahatan pada anak di media sosial, membuat sebuah alarm tersendiri bagi para orang tua untuk memberikan pengawasan lebih terhadap aktifitas anak, terutama dalam bermain sosial media.
Nah untuk itu, pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi informasi tentang Cara Mengawasi Konten Facebook Anak. Sosial media terbesar itu telah meluncurkan fitur baru bernama Privacy Checkup.

Ini merupakan sebuah tool sederhana yang bisa digunakan untuk para orang tua melakukan setting privaci akun facebook milik anaknya. Para orang tua bisa melakukan monitoring dan juga mengedit siapa saja mereka yang bisa melihat postingan dari si anak.

Dengan menggunakan fitur Privacy Checkup ini maka para orangtua bisa memerikan setting privacy dari anak mereka secara cepat, muali dari info pribadi, konten yang ia posting, hingga aplikasi apa saja yang terhubung dengan akun Facebook tersebut.
Cara Mengawasi Konten Facebook Anak

Untuk tips trik kita tentang Cara Mengawasi Konten Fac…

10 Tips Jitu Mengatasi Anak Susah Makan

Anak susah makan merupakan permasalahan yang sering dikeluhkan orang tua, terutama para ibu. Berbagai cara seolah tidak berhasil dilakukan untuk mengatasi anak yang sulit makan. Bahkan tak jarang para ibu menjadi tertekan dan stress dalam menghadapi buah hatinya.Setiap ibu selalu diliputi kekhawatiran soal kecukupan gizi buah hatinya. Belum lagi jika anak susah makan atau pilih-pilih makanan.

Ketika si kecil berusia 6 bulan, saatnya mulai memberikan makanan padat pendamping ASI. Saat inilah Anda mesti lebih cermat memperhatikan pola makannya. Mulai dari memberinya bubur susu, sari buah, lalu bertahap ke tekstur makanan yang lebih padat seperti nasi tim, dan seterusnya. Sayangnya proses ini tak selalu berjalan mulus, ada beberapa penyebab yg mambuat si kecil susah makan. Biasanya ini terjadi ketika usianya memasuki tahun pertama. Masalah tersebut biasanya berupa menolak makanan, tidak suka sayur, hanya mau makan yang itu-itu saja (picky eater), atau mengemut makanannya berlama-lama. K…

Tips Mengatasi Alergi Telur Pada Anak

Anak kadang-kadang akan memiliki reaksi alergi terhadap telur. Jika itu terjadi, mereka tidak bisa makan telur untuk sementara waktu. Tetapi meskipun demikian kebanyakan anak-anak mengatasi alergi ini pada usia 5 tahun dan bisa makan telur tanpa masalah setelah itu. Anda mungkin mengetahui bahwa beberapa orang yang alergi terhadap makanan tertentu, seperti kacang atau udang. Ketika seseorang memiliki alergi makanan, tubuhnya merespon seolah-olah makanan tersebut adalah zat berbahaya. 
Hal ini dapat terjadi pada anak kecil yang makan telur karena sistem kekebalannya belum sepenuhnya dikembangkan dan tidak dapat menangani protein dalam telur. Kebanyakan anak yang alergi terhadap telur mereka alergi terhadap protein yang ada di putih telur, tetapi beberapa bereaksi terhadap protein dalam kuning telur. Sistem kekebalan tubuh, yang biasanya melindungi terhadap kuman dan masalah lainnya, menggunakan antibodi untuk melawan protein telur sehingga menggangap bahwa itu adalah ancaman untuk tub…