Langsung ke konten utama

Cara Mudah Ajarkan Anak Mencintai Masjid Sejak Dini


Sepinya masjid dari aktivitas anak dan remaja tidak pernah lepas dari  kesalahan orangtua. Tidak usahlah kita mencaci maki kemajuam zaman dan menentang hiburan malam. Merana melihat anak kita lebih asyik-masyuk di sana. Mari kita ambil bagian!
Sebagai seorang ayah yang telah dikaruniai satu putri dan satu putra, saya dan istri mulai memperkenalkan anak-anak dengan masjid sejak mereka kecil. Setiap shalat Maghrib dan Isya mereka kami bawa ikut shalat berjamaah. Terkadang saat shalat Subuh, si sulung yang berusia 4 tahun saya gendong dalam keadaan mengantuk. Meskipun awalnya hanya pindah tempat tidur saja, lama-kelamaan mulai ikut shalat. Begitu pula si bungsu, umur dua tahun sudah kami ajak untuk berjamaah shalat Subuh.

Tidak hanya itu, setiap kami melakukan perjalanan, baik jauh maupun dekat, setiap azan berkumandang dan waktu shalat telah tiba, hal yang pertama kami lakukan adalah mencari masjid. Di sana kami shalat berjamaah, istirahat, dan ngobrol santai antara anggota keluarga.

Pernah suatu hari saat suasana mendung, karena hanya menggunakan kendaraan bermotor, istri menawarkan untuk shalat di rumah saja. Sementara itu, azan yang tidak begitu jauh terdengar memanggil-manggil dengan lembut. “Tidak,” tegas saya. “Kita mampir shalat, Bu. Saya ingin anak-anak kita mencintai ibadah. Mencintai masjid sejak kecil. Kelak saat mereka dewasa, bekerja, dan bergelut dengan ingar-bingar dunia, melihat megahnya gedung pencakar langit dan indahnya kota-kota dunia, mereka tidak lupa dengan rumah ini. Baitullah. Masjid. Kita mampir!”

Dalam proses pembiasaan ini, kepada anak-anak tentunya kami lebih mendahulukan dialog. “Ayo ke masjid semua ya! Allah akan cinta kepada orang yang sering mendatangi rumah-Nya,” bujuk saya. Terkadang mereka menolak dengan alasan-alasan tertentu. Namun, jika ayah dan ibunya kompak maka anak-anak ikut saja.

Saat ajakan shalat itu dijawab dengan antusias oleh anak-anak, rasanya adem dan damai sekali, “Abi tunggu, Raisa wudhu dulu.” Si bungsu tidak mau kalah, “Jiddy ikut Abi..,” sahutnya. Dengan menggendong si bungsu, dan menuntun si sulung,diikuti istri di belakang, sungguh kenikmatan surga itu sudah terasa.

Sayangnya, sebagian masjid kita tidak ramah pada anak. Pernah suatu hari kami singgah di  sebuah masjid terminal, menjelang subuh dalam perjalanan menuju Makassar. Di dalam masjid sudah ada seorang ibu paruh baya duduk berzikir. Raut wajahnya berubah tidak senang melihat istri membawa anak-anak memasuki tempat shalat wanita. Bahkan, saat anak-anak mulai bermain, dengan suara dan telunjuknya ia mengusir anak-anak keluar masjid. Pernah juga istri berkeluh kesah tentang sikap beberapa jamaah ibu-ibu yang tidak mau menyapa dan bermuka cuek saat istri membawa anak-anak ke masjid.

Mari jadikan masjid kita ramah pada anak-anak. Bukankah Rasulullah saw sangat lembut memperlakukan cucu-cucunya yang bermain dan menaiki punggung beliau ketika shalat berjamaah? Bahkan beliau memperpanjang sujudnya sampai cucu-cucunya turun dari punggungnya yang mulia. Sumber: ummi-online.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Cegah Kasus Balita Stunting (Kerdil) dengan Konsumsi Ikan

Makan ikan belum menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakatnya. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan kenyataan tersebut dibarengi dengan data dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan masih tingginya angka balita yang mengalami stunting.
Stunting merupakan kondisi perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, yang akhirnya berdampak kualitas kecerdasan menjadi tidak seperti yang diharapkan. Data pemantauan status gizi pada 2016 menunjukkan jumlah balita stunting mencapai 27,5 persen. Rinciannya, sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen. Sedangkan target Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah di bawah 20 persen. “Masalah stunting ini serius. Bayangkan, dari 10 anak, 4 di antaranya tidak cerdas. Ini bukan yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas,” kata Menteri Kesehatan.

Data tersebut juga menyebutkan kasus balita stunting ditemukan di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Padahal di sa…

Hati-hati 5 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Kanker pada Anak

Sebanyak 16.291 anak umur 0-14 tahun di Indonesia mengidap kanker anak berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Upaya penyembuhan kanker bisa diupayakan asalkan bisa ditemukan dalam fase yang masih dini.

Memang sulit, karena anak sulit untuk mengungkapkan keluhan mereka. Tapi bukan berarti tidak bisa sembuh kok.

"Survivor adalah bukti bahwa mereka bisa sembuh, jadi stigma kanker tidak bisa disembuhkan itu mungkin dulu ya. Sekarang masyarakat sudah mulai melek, karena mungkin dibantu dari media masa yang memberikan informasi gejalanya," kata dr Endang Windiastuti, SpA(K) disela Roadshow Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) di Manado, Sulawesi Utara.

Nah, karena itu, yuk kenali beberapa gejala yang harus diwaspadai. Ketika menemukan ciri berikut pada anak Anda, jangan segan untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

1 Berat badan tidak kunjung naik
Anak harus mengalami tumbuh dan kembang, itu berarti anak harus mengalami kenaikan berat badan. …