Langsung ke konten utama

Membuat Anak Anda Senang Mengkonsumsi Sayur, Tips Nomer 5 Jarang Orang Tua Bisa

Dilansir dari bidanku.com, makanan merupakan salah satu aspek terpenting di dalam tumbuh kembang anak-anak. Dengan konsumsi makanan yang baik dan bergizi, maka akan sangat memberikan pengaruh bagi perkembangan dalam dan luar. Untuk memenuhi kebutuhan gizinya melalui makanan sebenarnya yang tinggal dilakukan adalah menyeimbangkan konsumsi makanan yang bergizi dan tidak terlalu banyak diberikan konsumsi makanan yang kurang sehat. Dalam istilah sehari-hari mungkin anda seringkali mendengar 4 sehat 5 sempurna, yang didalamnya terdapat panduan hidangan yang tepat untuk anda coba sajikan.

Secara teori mungkin terdengar mudah untuk dilaksanakan, namun pada prakteknya sendiri pemberian konsumsi berbagai jenis hidangan tersebut tidaklah mudah, terlebih anak-anak seringkali pilih-pilih makanan dan seringkali tidak tertarik dengan konsumsi makanan, khususnya sayuran serta buah-buahan, padahal dalam sayuran dan buah-buahan nilai gizi dan vitamin yang terkandung di dalamnya sungguh besar, selain itu hampir dipastikan tidak ada efek samping yang bisa terjadi apabila anda mengkonsumsi buah serta sayuran ini secara normal.

Konsumsi buah atau sayur seringkali menjadi permasalahan umum pada anak-anak, biasanya ketidaksukaan mereka terhadap hidangan buah dan sayur ini berakar dari rasa yang menurut mereka kurang sedap, selain itu beberapa buah dan sayur juga dikenal memiliki bau yang cukup tajam dan berpotensi membuat orang jadi malas untuk mengkonsumsinya, apalagi anak-anak yang cukup rewel ketika urusan makan.

Permasalahan dengan konsumsi buah serta sayur ini tidak jarang membuat banyak orang tua merasa pusing dibuatnya. Mereka tetap merasa kesulitan untuk mengajak dan membujuk anak-anaknya mengkonsumsi makanan sehat satu ini, mungkin anda juga temasuk di dalam salahsatu yang kesulitan mengajak anda mengkonsumsi buah dan sayuran.

Tips Membuat Anak Anda Senang Mengkonsumsi Sayur

Berangkat dari banyaknya permasalahan mengenai konsumsi sayur dan buah-buahan, khususnya pada anak-anak, maka diperlukan trik-trik untuk mulai memperkenalkan hidangan ini kepada mereka dan tujuan akhirnya membuat mereka menyenagi hidangan-hidangan dengan bahan dasar sayur. Dengan membiarkan anak-anak tidak menyukai hidangan sehat, yakni sayur dan buah tentunya bisa menjadi sebuah kerugian besar bagi anak anda, sebab ia membatasi diri untuk mendapatkan nutrisi yang bagus dari hidangan yang sederhana dan banyak tersedia di sekitarnya.

Oleh karena ini berikut ini kami berikan beberapa tips sederhana yang mungkin bisa anda gunakan untuk membujuka dan mulai mengajak anak anda mencintai hidangan sedap, yaitu sayur dan buah. Simak tipsnya berikut:

1. Perkenalkan Aneka Sayur dan Buah Secara Bertahap

Ada baiknya anda segera mungkin memperkenalkan hidangan buah dan sayur ini kepada anak anda, bahkan dari saat mereka mulai boleh dan bisa mengkonsumsi makanan seperti sayur dan buah. Dengan demikian lidah anak anda akan mulai terbiasa dengan konsumsi baik buah maupun sayur tersebut, selain rasanya mereka juga akan familiar dengan baunya dan tidak menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang harus dihindari.

Dari proses pengenalan ini yang perlu anda perhatikan adalah prosesnya. Cobalah untuk secara bertahap memperkenalkan jenis-jenis buah tersebut kepada anak anda, apalagi mengingat jika Indonesia sendiri termasuk ke dalam negara yang memiliki jenis serta varian sayur mayur dan juga buah-buahan. Perkenalan secara bertahap ini juga penting agar anak terbiasa. Jangan lupa juga memperkenalkan kelebihan-kelebihan yang bisa ia dapatkan dengan mengkonsumsi sayuran.

2. Sajikan Dalam Bentuk yang Menarik

Tips yang satu ini mungkin terdengar sangat klise, namun hal ini benar adanya. Salahsatu hal yang mendorong kita bernafsu terhadap hidangan yang kita makan adalah karena bentuknya yang menggugah selera serta menarik untuk disantap. Hal tersebut juga berlaku dengan teknis penyajian dari sayuran dan juga buah. Bagi anda yang mulai ingin memperkenalkan si kecil dengan sayur dan buah,cobalah untuk menghidangkannya dengan bentuk yang menarik serta mereka sukai, sehingga dengan demikian minat mereka untuk setidaknya mencoba mencicipi hidangan tersebut bisa muncul. Anda bisa membuatnya berbentuk bak superhero favoritnya atau benda favoritnya. Anda juga bisa membuat hidangan sayur dan buah tersebut salam berbagai sajian dan memadukannya dengan bahan makanan lain apalagi kesukaanya. Meskipun demikian sesekali berikan buah-buahan tersebut dalam bentuk yang asli tanpa diolah dan dicampur dengan hidangan lainnya, sehingga mereka bisa lebih mengenal rasasnya secara lebih utuh.

3. Sediakan Selalu Buah dan Sayuran

Salahsatu tips yang juga mungkin terdengar klise adalah selalu menyediakan sayuran atau buah di rumah anda. Perlu diketahui jika visual yang diterima anak menjadi penting peranannya di dalam membentuk rasa suka. Selain itu sengan terbiasanya mereka mengkonsumsi buah-buahan serta sayur di rumah, potensi mereka akan terbiasa dan menyukai sayur bias bertambah besar. akan terasa percuma jika anda dengan bersemangat mengajak anak-anak menyukai sayur dan buah namun jarang sekali mereka bisa mencicipinya di rumah.

4. Libatkan Secara Langsung Dalam proses Mengenal Sayur dan Buah

Akan sangat menyenangkan bagi si anak apabila mereka turut terlibat dalam proses mencari sayur dan buah hingga pengolahannya menjadi sajian. Ajak mereka untuk terlebih dahulu mencari buah-buahan, baik di toko buah atau di kebun kemudian berikan kebebasan mereka untuk memiliih buah mana yang menarik dan ingin mereka coba konsumsi, sehingga anda hanya bertugas memberi tahu bagaimana nutrisi dan keuntungan jika si kecil mengkonsumsinya. Setelah proses pencarian bahan sayur dan buah anda juga bisa turut melibatkan mereka dalam proses pembuatan hidangan atau masak dengan bahan-bahan tersebut.

5. Tekun dan Sabar

Pada prakteknya kembali lagi kepada usaha anda sebagai orang tua yang ingin mengajarkan anaknya untuk menyukai hidangan-hidangan yang sehat. Perjuangan untuk memperkenalkan hidangan tersebut tidak selalu berjalan mulus, sehingga diperlukan waktu dan cara yang tidak memiliki ukuran pasti. Terkadang ada yang membutuhkan 1 sampai 2 kali perkenalan bisa langsung menyukai dan menikmati hidangan sayur dan buah, namun ada juga yang perlu diperkenalkan hingga belasan kali dan puluhan kesempatan untuk kemudian membuat mereka suka dengan sayuran ataupun buah-buahan, sehingga kunci utamanya ialah terus tekun memperkenalkan sayuran dan buah dan tetaplah bersabar, karena jika sudah saatnya nananti anak anda bisa menyukai hidangan yang dikenal sarat dengan berbagai kebaikan untuk tubuh.

6. Kurangi Memberikan Makanan Kemasan

Bagi anda yang seringkali memberikan banyak makanan kemasan yang kurang baik bagi kesehatan sebaiknya dikurangi dan digantikan dengan buah atau sayuran. Mungkin di awalnya akan terasa cukup sulit, namun yang perlu diperhatikan adalah porsinya. Di awal anda bisa memberikan dengan porsi yang sedikit, perlahan seiring dengan waktu anda bisa menambahkannya perlahan hingga ia terbiasa dan bisa menyukai hidangan dari sayuran dan buah-buahan.

Demikianlah cara yang bisa anda tempuh untuk memperkenalkan anak anda dengan sayuran dan buah-buahan. Dengan cara tersebut diharapkan anak-anak anda mau mengkonsumsi buah-buahan dan sayur, bahkan lebih jauh dari itu menyukai dan menggemari beragam hidangan sayur dan buah karena memiliki beragam manfaat yang besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Cegah Kasus Balita Stunting (Kerdil) dengan Konsumsi Ikan

Makan ikan belum menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakatnya. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan kenyataan tersebut dibarengi dengan data dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan masih tingginya angka balita yang mengalami stunting.
Stunting merupakan kondisi perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, yang akhirnya berdampak kualitas kecerdasan menjadi tidak seperti yang diharapkan. Data pemantauan status gizi pada 2016 menunjukkan jumlah balita stunting mencapai 27,5 persen. Rinciannya, sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen. Sedangkan target Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah di bawah 20 persen. “Masalah stunting ini serius. Bayangkan, dari 10 anak, 4 di antaranya tidak cerdas. Ini bukan yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas,” kata Menteri Kesehatan.

Data tersebut juga menyebutkan kasus balita stunting ditemukan di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Padahal di sa…

Hati-hati 5 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Kanker pada Anak

Sebanyak 16.291 anak umur 0-14 tahun di Indonesia mengidap kanker anak berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Upaya penyembuhan kanker bisa diupayakan asalkan bisa ditemukan dalam fase yang masih dini.

Memang sulit, karena anak sulit untuk mengungkapkan keluhan mereka. Tapi bukan berarti tidak bisa sembuh kok.

"Survivor adalah bukti bahwa mereka bisa sembuh, jadi stigma kanker tidak bisa disembuhkan itu mungkin dulu ya. Sekarang masyarakat sudah mulai melek, karena mungkin dibantu dari media masa yang memberikan informasi gejalanya," kata dr Endang Windiastuti, SpA(K) disela Roadshow Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) di Manado, Sulawesi Utara.

Nah, karena itu, yuk kenali beberapa gejala yang harus diwaspadai. Ketika menemukan ciri berikut pada anak Anda, jangan segan untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

1 Berat badan tidak kunjung naik
Anak harus mengalami tumbuh dan kembang, itu berarti anak harus mengalami kenaikan berat badan. …