Langsung ke konten utama

Begini Cara Memilih Menu Sahur Bagi Ibu Menyusui

Dalam hukum agama islam bagi ibu hamil dan menyusui diberikan kelulasaan untuk memilih apabila dirinya mampu dalam berpuasa dan tidak menimbulkan pengaruh buruk saat berpuasa dengan kondisi kesehatan bayi tidak terganggu maka anda boleh berpuasa. Akan tetapi jika kesehatan anda dan bayi tidak mendukung untuk menjalankan puasa, kondisi sakit atau gangguan lain-lainnya. Maka agama telah memberikan keringanan untuk tidak berpuasa terlebih jika dapat memperburuk keadaan anda dan bayi. 

Sebelum anda memutuskan untuk berpuasa anda harus memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang mendukung anda untuk berpuasa. Meskipun umumnya ibu menyusui memutuskan untuk berpuasa di usia bayi mencapai enam bulan akan dengan alasan nutrisi yang didapat bayi tidak lagi tergantung dalam pemberian asi. Setelah dokter memberikan kiat-kiat untuk anda dalam menjalankan puasa tanpa mengalami gangguan kepada bayi, anda juga harus memperhatikan kesehatan anda dan bayi selanjutnya.

Apabila bayi tidak menerima kondisi anda berpuasa (sakit dan menurunkan selera konsumsi asi) maka anda dapat mempertimbangkan untuk tidak terlebih dahulu berpuasa. Nutrisi yang dibutuhkan bagi anda yang sedang menyusui adalah jumlah yang lebih banyak dari biasanya dikarenakan menjadi bahan utama dalam proses produksi air susu. Pada saat kehamilan anda produksi air susu telah dipersiapkan secara alamiah, hormon yang meningkat dan menstimulasi jaringan saat masa kehamilan anda sehingga memicu kehadiran kelenjar pitutary dalam membantu anda menghasilkan prolaktin dalam jumlah yang besar.

Menyusui merupakan keadaan alamiah yang mendapatkan perhatian serius dari para medis untuk mendukung perkembangan bayi anda, kandungan gizi yang terdapat dari asi sangat penting dalam proses kehidupan bayi anda. Mengingat bahwa menyusui penting untuk kesehatan dan tumbuh kembangnya maka ketika anda akan memutuskan berpuasa anda tetap harus memperhatikan gizinya.

Berikut adalah cara yang terbaik yang dapat anda lakukan dalam memilih menu sahur, seperti dilansir dari bidanku.com :

1.    Karbohidrat Kompleks Lebih Baik

Memilih menu sahur  yang mencukupi kebutuhan karbohidrat, protein dan lemak. Anda dapat mendapatkan karbohidrat kompels yang proses pencernaannya lama sehingga anda tidak cepat lemas. Saat menyusui kalori memang dibutuhkan dalam jumlah yang lebih banyak sehingga produksi air susu tidak menggunakan terlalu banyak kalori simpanan di dalam tubuh anda selama berpuasa.

2.    Kandungan Serat Dibutuhkan Ibu Menyusui

Beberapa masalah pencernaan mungkin terjadi, kami sarankan untuk mengkonsumsi jenis sayuran dan buah yang beranekaragam setiapa harinya di waktu sahur. Selain dapat membantu anda dalam menjaga kelancaran asi yang didapat dari sayur hijau. Serat yang terdapat dari sayur dan buah akan mengurangi resiko sembelit dan BAB tidak lancar.

3.    Minum Susu Khusus Ibu Menyusui

Minum susu disarankan ketika sahur selain dapat membantu anda dalam menyediakan energi sepanjang hari. Nutrisi yang terdapat dikandungan susu tersebut dapat melengkapi kebutuhan anda dalam produksi air susu. Susu khusus ibu menyusui saat mudah untuk anda dapatkan, setiap individu memiliki kecocokan tersendiri terhadap produk susu. Menu sahur yang dapat anda pilih adalah sebagai berikut :

    1 piring nasi
    1 mangkuk sup ayam macaroni
    1 potong tahu
    1  buah jeruk
    1 gelas air susu khusus ibu menyusui

Di hari selanjutnya anda dapat mengganti menu sahur dengan komposisi yang tepat yaitu karbohidrat 50 %, 30% protein dan 10-20 % lemak. Cukupi kebutuhan cairan anda dengan menjaga asupan air mineral ketika sahur 3-4 gelas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Cegah Kasus Balita Stunting (Kerdil) dengan Konsumsi Ikan

Makan ikan belum menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakatnya. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan kenyataan tersebut dibarengi dengan data dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan masih tingginya angka balita yang mengalami stunting.
Stunting merupakan kondisi perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, yang akhirnya berdampak kualitas kecerdasan menjadi tidak seperti yang diharapkan. Data pemantauan status gizi pada 2016 menunjukkan jumlah balita stunting mencapai 27,5 persen. Rinciannya, sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen. Sedangkan target Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah di bawah 20 persen. “Masalah stunting ini serius. Bayangkan, dari 10 anak, 4 di antaranya tidak cerdas. Ini bukan yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas,” kata Menteri Kesehatan.

Data tersebut juga menyebutkan kasus balita stunting ditemukan di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Padahal di sa…

Hati-hati 5 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Kanker pada Anak

Sebanyak 16.291 anak umur 0-14 tahun di Indonesia mengidap kanker anak berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Upaya penyembuhan kanker bisa diupayakan asalkan bisa ditemukan dalam fase yang masih dini.

Memang sulit, karena anak sulit untuk mengungkapkan keluhan mereka. Tapi bukan berarti tidak bisa sembuh kok.

"Survivor adalah bukti bahwa mereka bisa sembuh, jadi stigma kanker tidak bisa disembuhkan itu mungkin dulu ya. Sekarang masyarakat sudah mulai melek, karena mungkin dibantu dari media masa yang memberikan informasi gejalanya," kata dr Endang Windiastuti, SpA(K) disela Roadshow Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) di Manado, Sulawesi Utara.

Nah, karena itu, yuk kenali beberapa gejala yang harus diwaspadai. Ketika menemukan ciri berikut pada anak Anda, jangan segan untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

1 Berat badan tidak kunjung naik
Anak harus mengalami tumbuh dan kembang, itu berarti anak harus mengalami kenaikan berat badan. …