Langsung ke konten utama

Mikroskopis ASI Vs Susu Formula

Bicara tentang emotion bounding ibu dan anak, teryata sudah dimulai semenjak bayi di dalam kandungan dan itu masih berlanjut sampai tuntasnya pemberian air susu ibu. ASI merupakan makanan alami batita. Fakta membuktikan ASI memberikan segudang manfaat yang lebih baik dibanding susu formula. Berbagai nutrisi yang terkandung dalam ASI telah banyak di bahas dalam berbagai jurnal ilmiah.

Penasaran dengan keingintahuannya, seorang Ibu di USA, Jansen Horward beberapa waktu lalu mencoba meletakkan ASI di bawah mikroskop. Sungguh, hasil yang terlihat membuat terkejut banyak orang. Lewat akun facebook, Jansen mengunggah video yang membuat ribuan orang terpana menyaksikannya. Ini dia hasil perbandingannya:


1. ASI

ASI punya kelebihan fresh dan steril tanpa adanya campur tangan pemrosesan alat/teknologi. Sehingga wajar bila seluruh senyawa asli, enzim, antibodi dan mikronutrien penting lainnya langsung ter-transfer dari Ibu ke buah hatinya. Terlihat di dalamnya ada gelembung-gelembung berwarna biru, ungu dan terlihat "hidup", seperti ada senyawa yang hidup di dalamnya. Dimungkinkan keberadaan senyawa itulah yang membuat khasiat ASI beda dengan susu formula.


2. Susu formula

Susu formula biasanya berasal dari susu sapi yang sengaja diproses melalui teknologi. Pemrosesan ini sudah pasti bertujuan sterilisasi yaitu mematikan bakteri dan jamur yang berbahaya. Sayangnya dalam proses tersebut juga membuat sebagian enzim atau mikronutrien lain yang sensitif terhadap perubahan suhu menjadi rusak. Sehingga ketika didiamati melalui mikroskop yang terlihat akan seperti ini.

Video tersebut dibuat oleh Jansen Howard, yang mana Ayah Jansen adalah seorang mikroskopist yang memiliki seperangkat alat mikroskopist. Kedua video yang direkam Jansen menunjukkan betapa ASI adalah makanan yang istimewa untuk bayi, ia seperti "cairan emas" yang hidup.

Penulis sendiri, ketika membandingkan kedua video di atas berfikir mengapa susu formula (ASI Palsu) malah terlihat seperti larutan tepung saja, tidak ada sesuatu yang "hidup", tidak ada sesuatu yang aktif di dalamnya. Berbeda jauh dengan ASI, menurut para pakar ASI mengandung antibodi yang bisa berubah komposisinya menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh bayi. Bagaimana Bunda, ASI istimewa, kan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Cegah Kasus Balita Stunting (Kerdil) dengan Konsumsi Ikan

Makan ikan belum menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakatnya. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan kenyataan tersebut dibarengi dengan data dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan masih tingginya angka balita yang mengalami stunting.
Stunting merupakan kondisi perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, yang akhirnya berdampak kualitas kecerdasan menjadi tidak seperti yang diharapkan. Data pemantauan status gizi pada 2016 menunjukkan jumlah balita stunting mencapai 27,5 persen. Rinciannya, sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen. Sedangkan target Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah di bawah 20 persen. “Masalah stunting ini serius. Bayangkan, dari 10 anak, 4 di antaranya tidak cerdas. Ini bukan yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas,” kata Menteri Kesehatan.

Data tersebut juga menyebutkan kasus balita stunting ditemukan di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Padahal di sa…

Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua jug…