Langsung ke konten utama

Mendidik Anak di Era Digital

Mengenali Pergeseran Media Informasi

Data statistik menunjukkan tingginya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia dari tahun 2014 hingga 2016 akhir. Orang tua seharusnya waspada, karena faktanya sebagian pengguna internet aktif adalah anak-anak dan remaja. Kesadaran utama orang tua yang wajib sudah ada di masa sekarang adalah adanya pergeseran penggunaan media informasi di zaman dulu dengan sekarang. Orang tua sebaiknya jangan sampai telat move on, telat menyadari bahwa era mereka muda dulu sudah jauh beda dengan yang sekarang. Dulu media yang banyak digunakan dalam penyebaran informasi dan komunikasi masih didominasi sama Surat Kabar, Majalah, Radio, Film dan TV, yang mana perubahan infromasi yang ada di dalamnya cenderung lambat, paling tidak orang baru akan tahu ada informasi apa, dan terjadi dimana setelah beberapa jam kemudian. Yang jauh lebih penting dari sekedar sadar terjadinya pergeseran media informasi ini adalah langkah lanjutannya setelah adanya pergeseran media itu apa.

Kecanduan Media Sosial
Saat ini itu semua media itu sudah ketinggalan dengan yang namanya Media Sosial. Bahkan TV, yang dulu sebagai media audio visual paling menarik, saat ini pun masih kalah menarik di banding “Media Sosial”. Kondisi sekarang, media informasi dan komunikasi yang dipakai lebih real time istilahnya, lebih kekinian muatan informasinya. Kejadian apa dan terjadi dimana bisa langsung diunggah saat itu juga, dan hanya menunggu bilangan detik untuk mengetahui perkembangan apa saja setelah itu. Kita pasti kenal dengan yang namanya Facebook, Youtube, Twitter, Blackberry Massenger (BBM), Whats App (WA), Line, Telegram, Instagram , Skype dan sebagainya. Ini semua adalah sebagian media yang dipakai orang sekarang untuk bersosialisasi.

Rupanya bukan hanya sisi real time informasi yang menarik penggunanya, konten/kandungan/isi informasi di dalamnya ternyata jauh lebih menarik minat penggunanya dan malah merangsang pengguna-penggunanya untuk merasa jangan sampai ketinggalan berita di dalamnya. Ini bisa dibilang pengguna telah mulai kecanduan menggunakan media sosial, bahkan penggunaan media sosial saat ini dapat dikatakan sebagai kebutuhan pokok orang di luar sandang, papan dan pangan.

Mengapa Anak atau Remaja Sangat Suka Internet?
Penyajian tampilan yang user friendly, interaktif, colorful (penuh warna), penyajian informasi yang didesain mudah dan menyenangkan adalah beberapa indikator yang menunjukkan ketertarikan anak atau remaja pada internet. Hal itu dikuatkan lagi dengan efek psikologis pergaulan di kalangan anak/remaja itu sendiri. Pandangan supaya dianggap gaul, ikut sesuatu yang lagi nge-trend dan tidak mau dipandang kuno/ketinggalan jaman serta keinginan yang sangat kuat untuk bisa diakui di kalangan sosialnya adalah hal yang sangat dominan membuat dan “memaksa” anak/remaja kita mengikutinya.

Ada 13,3 Juta Anak di Indonesia yang Aktif Sebagai Pengguna Internet di tahun 2016
Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) pernah melakukan survey di tahun 2016, sebanyak 10% dari seluruh pengguna internet di Indonesia (sekitar 13,3 juta jiwa) adalah anak-anak di usia 10-19 tahun. Angka ini naik dari jumlah pengguna internet di rentang usia yang sama di tahun 2014. Ini merupakan angka yang cukup mengejutkan, karena tentunya akan menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua terutama para orang orang tua untuk menjaga pemanfaatan internet atau media social secara sehat. Menurut Jamalul Izza  (Ketua APJII) anak-anak usia 10-14 tahun belum bermain di media social, mereka justru sering memanfaatkan youtube sebagai salah satu media menonton video. Kenyataan ini menunjukkan betapa dekatnya anak kita terutama pada rentang usia remaja pada dunia maya. Artinya media bisa dianggap keluarga/sahabat bagi anak dan remaja karenanya anak dan remaja akan banyak belajar dari media.

Komentar

  1. […] orang tua ada yang masih ber-gadget ria meski sedang bermain bersama anaknya. Padahal bermain bersama orang tua bisa jadi momen berharga […]

    BalasHapus
  2. […] di luar rumah membuat anak berlatih bersosialisasi dan tidak jenuh. Waktu sore hari (ba’da ashar) adalah waktu yang paling sering dimanfaatkan anak […]

    BalasHapus
  3. hati - hati juga kejahatan juga berasal dari internet.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua jug…

Dramatis: Terekam Jelas Video Kejamnya Penculikan Anak

Inilah video nyata penculikan anak yang marak terjadi belakangan ini. Link video juga bisa dilihat disini: https://youtu.be/wJ6mmq6YaX0
Terlihat jelas bagaimana si penculik menodongkan pisau di leher si anak. Mungkin karena tergiur uang hasil penjualan organ dalam anak itulah sampai si penculik tanpa belas kasihan membantai anak-anak yang berhasil mereka dapatkan. Bayangkan jika petugas tidak sigap segera meyelamatkan anak dari tangan penculik, bisa-bisa leher anak itu digorok dengan pisau yang dibawa si penculik. Konon video ini diambil di daerah Jabodetabek, dimanapun lokasi kejadian penculikan anak ini, setiap orang tua dimanapun berada harus selalu waspada dan memberikan pengarahan pada anak-anak, sopir pribadi atau asisten rumah tangganya. Jangan mudah menyerahkan anak-anak pada orang yang baru dikenal, jangan membiarkan lepas pengawasan pada anak-anak saat bermain. Orang tua wajib terus memastikan kondisi anak bila bermain diluar rumah.
Ayah-Bunda harap selalulah waspada, bahay…