Langsung ke konten utama

Cara Mengobati Radang Tenggorokan pada Anak

Mengenali radang tenggorokan pada anak-anak

Radang tenggorokan adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh virus atau infeksi bakteri. Jenis bakteri yang menimbulkan radang tenggorokan adalah Streptococcus. Bakteri ini bisa menjangkau anak melalui udara, makanan, minuman atau benda-benda yang terinfeksi olehnya. Penyakit radang tenggorokan sering menyerang anak-anak atau remaja, karena daya tahan tubuh mereka yang masih lemah. Gejala awal munculnya radang tenggorokan pada anak seringkali tidak dikenali secara spesifik. Munculnya radang tenggorokan biasanya diawali gejala klinis yang umum terjadi, misalnya: timbulnya demam, anak rewel, nafsu anak menurun, batuk atau pilek, adanya luka dan rasa nyeri di bagian dalam tenggorokan ketika menelan, pembekakan amandel, kelenjar getah bening leher membengkak, munculnya bintik-bintik merah di bagian belakang atap mulut.

Pemicu radang tenggorokan pada anak

Selain karena infeksi virus atau bakteri radang tenggorokan (faringisitis) juga dapat dipicu oleh beberapa hal, antara lain:
  • Berteriak dalam waktu yang cukup lama. Berteriak adalah aktifitas yang hampir selalu dilakukan oleh anak-anak. Teriakan ini biasanya terjadi karena anak menangis, atau ekspresi keriangan bermain.

  • Makan makanan ringan (jajanan). Akhir-akhir ini sering sekali ditemukan makanan ringan (jajanan) yang dibuat tanpa memperhatikan siapa yang mengkonsumsinya. Banyak makanan ringan (snack) yang diproduksi dengan tujuan asal laku atau asal terasa enak, sehingga tidak heran bila sering ditemukan makanan ringan yang mengandung bahan-bahan kimia yang sebenarnya berbahaya untuk anak-anak, misalnya monosodium glutamate (MSG) yang berlebihan, adanya pemanis buatan (sakarin), pewarna tekstil, olahan makanan basi/kadaluarsa yang dikemas ulang. Sebagai orang tua tentunya tidak setiap saat bisa mengontrol makanan apa saja yang dibeli atau dikonsumsi anaknya, terutama ketika anak berada di luar rumah.

  • Iritasi yang disebabkan oleh rokok. Meskipun anak bukanlah perokok aktif tetapi asap pengaruh asap rokok dari orang tua yang merokok bisa membahayakan kesehatan anak.
Pengobatan radang tenggorokan pada anak

Umumnya radang tenggorokan dapat sembuh dengan 3 hingga 4 hari tanpa pemberian obat-obatan, namun bila radang tenggorokan pada anak anda disertai demam, anda dapat memberikan ibu profen atau parasetamol, selain dapat meredakan demam anak ibu profen atau paracetamol dapat meredakan nyeri akibat luka peradangan. Usahakan tidak buru-buru memberikan antibiotic untuk anak, kecuali bila memang atas petunjuk dari dokter atau bila demam anak terus berlanjut atau berulang (demam turun bila diobati dan kambuh bila efek obat hilang – biasanya efek obat ini bertahan 4-5 jam) sebaiknya anda membawa anak ke rumah sakit.

Langkah pencegahan supaya anak tidak mudah terserang radang tenggorokan

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus seperti radang ini memang cukup sulit dicegah, tetapi pada prinsipnya bila daya tahan tubuh anak terjaga baik maka peluang terinfeksi oleh bakteri atau virus akan semakin kecil.
Apa yang bisa dilakukan orang tua agar radang tenggorokan pada anak dapat dicegah? Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu:
  • Ajarkan dan beri pengertian anak untuk selektif mengkonsumsi makanan ringan/jajanan

  • Biasakan anak cuci tangan sebelum makan atau sebelum minum

  • Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan penderita batuk, pilek atau radang tenggorokan

  • Berikan masker untuk anak bila mengajak anak berkendaraan

  • Hindarkan anak dari jangkauan asap rokok

  • Berikan anak makanan yang sehat dan bergizi

  • Anda juga bisa memberikan vitamin tambahan untuk memperkuat daya tahan tubuh anak bila diperlukan

Komentar

  1. […] bukan rahasia lagi pada musim penghujan seperti sekarang ini flu, batuk & pilek menjadi penyakit langganan yang ramah menyapa mereka yang kondisi badannya kurang fit. Terlebih […]

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Cegah Kasus Balita Stunting (Kerdil) dengan Konsumsi Ikan

Makan ikan belum menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakatnya. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan kenyataan tersebut dibarengi dengan data dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan masih tingginya angka balita yang mengalami stunting.
Stunting merupakan kondisi perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, yang akhirnya berdampak kualitas kecerdasan menjadi tidak seperti yang diharapkan. Data pemantauan status gizi pada 2016 menunjukkan jumlah balita stunting mencapai 27,5 persen. Rinciannya, sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen. Sedangkan target Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah di bawah 20 persen. “Masalah stunting ini serius. Bayangkan, dari 10 anak, 4 di antaranya tidak cerdas. Ini bukan yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas,” kata Menteri Kesehatan.

Data tersebut juga menyebutkan kasus balita stunting ditemukan di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Padahal di sa…

Hati-hati 5 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Kanker pada Anak

Sebanyak 16.291 anak umur 0-14 tahun di Indonesia mengidap kanker anak berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Upaya penyembuhan kanker bisa diupayakan asalkan bisa ditemukan dalam fase yang masih dini.

Memang sulit, karena anak sulit untuk mengungkapkan keluhan mereka. Tapi bukan berarti tidak bisa sembuh kok.

"Survivor adalah bukti bahwa mereka bisa sembuh, jadi stigma kanker tidak bisa disembuhkan itu mungkin dulu ya. Sekarang masyarakat sudah mulai melek, karena mungkin dibantu dari media masa yang memberikan informasi gejalanya," kata dr Endang Windiastuti, SpA(K) disela Roadshow Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) di Manado, Sulawesi Utara.

Nah, karena itu, yuk kenali beberapa gejala yang harus diwaspadai. Ketika menemukan ciri berikut pada anak Anda, jangan segan untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

1 Berat badan tidak kunjung naik
Anak harus mengalami tumbuh dan kembang, itu berarti anak harus mengalami kenaikan berat badan. …