Langsung ke konten utama

Cara Menurunkan Panas Demam Tinggi pada Anak

Demam atau sakit panas adalah salah satu hal yang sering terjadi pada anak, terutama anak-anak di bawah umur 6 tahun. Suhu tubuh normal anak adalah ada pada kisaran 36 - 37 0C. Anak dapat dikatakan dalam kondisi demam bila suhu tubuhnya lebih dari 37,2 0C. Meskipun demikian sebagian ahli medis memberikan saran agar Bunda tidak buru-buru memberikan obat penurun panas pada anak bila suhu tubuh anak masih di bawah 38,2 0C, karena tubuh pada suhu ini kekebalan tubuh akan aktif bekerja melawan sumber penyebab demam. Cara menurunkan demam tinggi pada anak apabila suhu anak telah melebihi 38,20C yaitu dengan memberikan obat penurun panas yang sesuai.

Daya tahan tubuh anak balita pada umumnya masih sangat rentan, sehingga pada rentang usia 0-6 tahun, seringkali hanya karena perubahan cuaca atau musim pun dapat menjadi pemicu munculnya demam pada anak. Bicara daya tahan tubuh anak balita, kita dapat membedakannya dari respon anak saat “musim” sakit anak-anak tiba. Anak yang semenjak lahir dibiasakan dengan susu formula (non ASI) biasanya memiliki daya tahan tubuh yang lebih buruk dibandingkan anak yang semenjak lahir telah meminum ASI. Itulah mengapa dokter anak yang baik selalu menganjurkan bayi-bayi yang baru lahir sedapat mungkin diberikan ASI.

Kembali ke laptop! Demam pada anak sebetulnya adalah reaksi alami tubuh anak untuk menghambat atau menghentikan serangan benda asing (virus, bakteri) yang menyerang saat itu. Ketika demam melanda, sebaiknya Bunda waspada karena bisa jadi demam yang terjadi bukan demam biasa, namun adalah tanda awal serangan penyakit yang lebih serius.

Bagaimana Membedakan Demam Biasa & Demam yang sebagai Tanda Awal Serangan Penyakit Serius?

Saat awal terjadinya demam sebetulnya tidak mudah membedakan apakah demam itu demam biasa atau bukan. Demam yang dialami anak dikatakan sebagai demam biasa bila tidak ada gejala-gejala nyata yang menyertainya. Biasanya penyembuhan demam ini cukup mudah. Berangkat dari pengalaman yang kami alami pada putri kesayangan kami, demam biasa ini dapat sembuh dengan pemberian obat penurun panas yang tepat. Bunda dapat memberikan paracetamol atau ibu profen untuk membantu meredakan panas dan penyembuhannya sekaligus. Perlu diingat pemberian paracetamol dan ibu profen untuk anak memiliki cara yang sedikit berbeda. Paracetamol dapat diberikan pada anak sebelum makan tetapi ibu profen harus diberikan sesudah makan, ini untuk menghindari terjadinya iritasi di lambung anak.

Apa yang Sebaiknya Bunda Lakukan Saat Si Buah hati Terserang Panas Demam Tinggi?

Jika terjadinya demam disertai gejala-gejala yang nyata, misalnya demam yang disertai muntah-muntah, diare, batuk & pilek, adanya bintik-bintik merah pada kulit yang tidak mudah hilang, maka hampir dapat dipastikan anak kesayangan Bunda sedang terjangkit sakit yang lebih dari sekedar demam biasa. Demam seperti ini biasanya bersifat naik turun atau kambuhan, artinya saat diberikan obat penurun panas demam si anak akan turun tetapi setelah efek obat penurun panasnya hilang (biasanya 4-5 jam kemudian) demam akan kembali muncul. Bunda sebaiknya waspada pada situasi ini. Meskipun demikian terkadang pada demam yang sifatnya kambuhan tersebut, sumber penyebab utama terjadinya demam tidak terlihat nyata. Saran kami bila Bunda mendapati si buah hati mengalami kondisi seperti ini lebih dari 1x24 jam, sebaiknya bawalah si buah hati ke klinik atau dokter anak segera untuk memeriksakan atau mengidentifikasi penyebab timbulnya demam & memberikan penanganan yang tepat. Buat Bunda yang mungkin berpandangan bahwa anak tidak harus segera dibawa ke klinik atau dokter meskipun panas demam anak sudah lebih dari 1x24 jam, sebaiknya Bunda bersiap membawa anak kesayangan Bunda ke klinik, dokter atau rumah sakit terdekat bila dalam kurun waktu 3x24 jam ternyata panas demam anak kesayangan Bunda masih naik turun atau berulang, dan sebaiknya dilakukan pemeriksaan darah untuk memastikan tindakan yang perlu segera diambil, karena bisa jadi demam berulang ini adalah gejala awal demam berdarah pada anak.

Bagaimana Bila Panas Anak Tidak Segera Turun?

Pada awal mulai demam biasanya anak bawaannya rewel. Semakin suhu tubuh anak naik biasanya anak anak semakin terlihat lemah/lemas, bahkan bisa jadi anak dapat menggigil karena suhu tubuh yang terus meningkat, atau bisa juga bila anak sebelumnya dalam kondisi tertidur, anak dapat mengigau. Bunda mungkin akan panik dan semakin panik bila ternyata kondisi anak makin terlihat lemah dan menggigil. Cara menurunkan panas demam tinggi pada anak yang dapat dilakukan adalah:
  1. sebaiknya Bunda tidak panik, bersikaplah tetap tenang di tengah kondisi itu.

  2. berikan obat penurun panas yang tepat (jenis maupun dosisnya) bila suhu tubuh anak >38,2 0

  3. apa yg dapat dilakukan jika suhu tubuh anak Bunda tidak kunjung turun setelah diberikan obat penurun panas? Bantulah mempercepat penurunan suhu tubuh anak dengan cara menyeka tubuh anak dengan kain lembut yang dibasahi air hangat. Utamakan menyeka pada permukaan tubuh bagian perut-dada, punggung dan pada bagian lipatan-lipatan tubuh (ketiak, selangkangan). Tujuan menyeka dengan air hangat ini adalah membuka pori-pori tubuh, sehingga akan mempermudah anak berkeringat dan suhu tubuh dapat segera turun.

  4. atau cara nomer 3 itu dapat digantikan dengan memandikan/ merendam anak pada air hangat. Yang perlu diperhatikan bila memandikan/merendam anak di air hangat yaitu harus dilakukan di ruangan tertutup yang tidak ada aliran udara (angin).

  5. Bunda juga dapat mempercepat menurunkan demam anak dengan cara skin to skin, yaitu memeluk erat tubuh anak dengan cara kulit anak bersinggungan langsung dengan tubuh Bunda.

Komentar

  1. terima kasih, ijin copast ya

    BalasHapus
  2. […] Selain penguapan, pemijatan lembut pada dada si buah hati dipercaya dapat melancarkan pernafasan. Gunakan minyak telon atau minyak kayu putih ketika melakukan pemijatan pada si kecil. Jika cara alami di atas tidak juga meredakan batuk dan pilek pada anak Ibu, ada baiknya ibu membawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan secara medis […]

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Cegah Kasus Balita Stunting (Kerdil) dengan Konsumsi Ikan

Makan ikan belum menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakatnya. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan kenyataan tersebut dibarengi dengan data dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan masih tingginya angka balita yang mengalami stunting.
Stunting merupakan kondisi perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, yang akhirnya berdampak kualitas kecerdasan menjadi tidak seperti yang diharapkan. Data pemantauan status gizi pada 2016 menunjukkan jumlah balita stunting mencapai 27,5 persen. Rinciannya, sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen. Sedangkan target Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah di bawah 20 persen. “Masalah stunting ini serius. Bayangkan, dari 10 anak, 4 di antaranya tidak cerdas. Ini bukan yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas,” kata Menteri Kesehatan.

Data tersebut juga menyebutkan kasus balita stunting ditemukan di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Padahal di sa…

Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua jug…