Langsung ke konten utama

Kesabaran Kunci Utama Cara Mendidik Anak

Sabar adalah kata yg mudah diucapkan tapi sangat susah dilaksanakan, namun sayangnya salah satu kunci keberhasilan cara mendidik anak yang baik sangat dipengaruhi oleh kesabaran ini. Diantara segmen dalam perjalanan hidup yang butuh kesabaran ekstra yaitu masa-masa mendidik anak, karena rentang waktu yang tidak sebentar dan seringkali anak berperilaku tidak sesuai dengan harapan kita. Pernahkah Anda mendengar keluhan tetangga, katanya anak yang Anda sayangi melakukan perbuatan yang tidak baik, mengambil barang/uang tetangga misalnya (na’udzubillah).

Mungkin bagi Anda hal itu terdengar mustahil apalagi kebiasaan anak Anda di rumah tidak menunjukkan perilaku yang tidak baik. Selama di rumah anak Anda terlihat baik, sopan, penurut dan berperilaku santun. Sebagai orang tua Anda mungkin akan bersikap: 1) tidak percaya terhadap informasi itu atau bisa juga, 2) percaya namun sambil diliputi tanda tanya besar bercampur malu dan marah. Inilah salah satu bentuk ujian kesabaran dalam proses pendidikan anak.

Anda Tidak Percaya bahwa Anak Anda Melakukan Hal yang Tidak Baik
 
Manakala informasi itu datang dari tetangga, Anda pasti akan spontan tidak percaya, karena anak Anda biasanya baik kalau di rumah. Bahkan Anda juga sangat yakin cara mendidik anak yang Anda lakukan sudah baik juga. Sikap over confidence seperti ini banyak dialami para orang tua, sehingga mereka cenderung mengabaikan apa yang disampaikan orang lain.

Anda Percaya dan Diselimuti Rasa Malu dan Marah
 
Hal yang perlu Anda cari tau adalah mengapa anak Anda bisa berperilaku di luar konsep cara mendidik anak yang Anda terapkan selama ini? Percaya atau tidak Anda harus mulai mengakui bahwa ada faktor lain di luar sana yang bisa dengan mudah mengoyak jerih payah Anda selama ini dalam mendidik dan mengarahkan anak sewaktu di rumah.

Penerapan Kesabaran dalam Cara Mendidik Anak yang Baik
 
1. Membiasakan perilaku baik butuh kesabaran
 
Anak ibarat kertas putih, tergantung siapa yang menggoreskan lukisan di atasnya. Bila saja sejak kecil anak dibiasakan berperilaku baik, mulai dari taat beribadah hingga adab mulia dalam keseharian,
Maka yang demikian itu akan sangat membekas dalam dirinya, karena hasil cara mendidik anak di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu. Mengukir di atas batu menuntut kesabaran dan keuletan dari orang tua, namun apabila ukiran itu telah jadi seperti yang diharapkan pastinya ia akan terrukir awet dan tahan lama.
 
2. Menjawab pertanyaan anak memerlukan kesabaran
 
Anak yang baru mulai tumbuh seringkali menginginkan mengetahui banyak hal. Seringkali anak sedikit-sedikit bertanya perihal apa yang dlihat atau didengarnya. Orang tua yang tidak memiliki kesabaran cukup terkadang merasa jengkel dan terganggu dengan pertanyaan anak yang seolah tiada ada habisnya. Seperti apa pun pertanyaan anak, hal itu merupakan pertanda bahwa anak menaruh rasa percaya pada orang tua untuk memberinya jawaban. Bila orang tua merasa terganggu atau ogah-ogahan menjawab si anak, maka pasti anak akan mencari jawabannya di luar. Ini sudah pasti tidak ada yang bisa menjamin apakah jawaban yang diterima anak adalah jawaban yang baik untuk pendidikannya atau yang sebaliknya.
 
3. Bersabar saat menjadi pendengar yang baik

Sebagian besar orang tua adalah pendengar yang buruk buat anak. Pada saat terjadi hal yang tidak biasa pada anak, orang tua semacam itu cenderung tidak mau mendengarkan penjelasan dari anak. Kalimat yang sering terlontar dari orang tua misalnya, “Ah, sudah-sudah ga usah banyak omong.”, atau “sudah! jangan banyak alasan, papa/mama ga mau dengar lagi. Pokoknya kamu harus ….” atau kalimat-kalimat serupa itu sehingga dikemudian hari membuat anak jera sehingga mulai malas berbicara dengan orang tua. Jalur komunikasi anak-orang tua pasti akan mulai rusak. Apa yang terjadi bila anak Anda mulai bicara pada orang lain? Oleh karena itu sebagai orang tua yang konsen terhadap cara mendidik anak yang baik, berusahalah mendengar apa penjelasan dari anak terlebih dahulu, sebelum memberikan pengarahan, terlebih bila usia anak sudah menginjak remaja.
 
4. Rentan tidak sabar saat emosi melanda

Emosi adalah hal yang sulit dihindari dalam masa pendidikan anak, terlebih lagi untuk anak yang sudah mulai mengenal dunia luar. Pergaulan anak dengan dunia luar sering membawa pengaruh buruk terhadap diri anak, sebaik apa pun cara mendidik anak yang orang tua telah lakukan. Sangat mungkin anak kita menemukan banyak kosa kata/perilaku baru dari hasil pergaulan tersebut. Bagi si anak hal itu adalah sesuatu yang baru dan menimbulkan sensasi tersendiri manakala mengikutinya, terlepas itu baik atau buruk. Namun bagi orang tua itu adalah pekerjaan rumah karena harus menyiapkan kesabaran yang berlapis-lapis atau menekan luapan emosi untuk menetralkan atau menghapus kosa kata/perilaku baru yang bersifat negatif itu. Andai pun dengan terpaksa orang tua harus memberikan sanksi untuk meluruskan kosa kata/perilaku negative tersebut, maka sebaiknya orang tua menunggu emsosi reda dan memilihkan sanksi yang tetap sesuai dengan konsep cara mendidik anak yang baik, yaitu memberi sanksi tujuan utamanya bukan meluapkan emosi tetapi bertujuan membuat anak belajar bertanggung jawab atas perbuatannya.

Bersabar memang pahit, sepahit daun jamu yang paling pahit, tetapi buah dari kesabaran ini adalah anak yang bias dibanggakan orang tua di masa depan, baik di dunia maupun di akhiratnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB…

Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua jug…

Hati-hati 5 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Kanker pada Anak

Sebanyak 16.291 anak umur 0-14 tahun di Indonesia mengidap kanker anak berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Upaya penyembuhan kanker bisa diupayakan asalkan bisa ditemukan dalam fase yang masih dini.

Memang sulit, karena anak sulit untuk mengungkapkan keluhan mereka. Tapi bukan berarti tidak bisa sembuh kok.

"Survivor adalah bukti bahwa mereka bisa sembuh, jadi stigma kanker tidak bisa disembuhkan itu mungkin dulu ya. Sekarang masyarakat sudah mulai melek, karena mungkin dibantu dari media masa yang memberikan informasi gejalanya," kata dr Endang Windiastuti, SpA(K) disela Roadshow Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) di Manado, Sulawesi Utara.

Nah, karena itu, yuk kenali beberapa gejala yang harus diwaspadai. Ketika menemukan ciri berikut pada anak Anda, jangan segan untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

1 Berat badan tidak kunjung naik
Anak harus mengalami tumbuh dan kembang, itu berarti anak harus mengalami kenaikan berat badan. …