Ternyata Mudah Banget Setting Youtube agar Aman untuk Anak

setting youtube aman untuk anak
Menurut studi dari Pew Research Center, saat ini ada lebih dari 60% pengguna YouTube yang mengaku masih menemukan video bermasalah berisikan perilaku kekerasan, video bohong, dan yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak. Orangtua zaman now sebaiknya tak membiarkan anak-anak nonton YouTube tanpa pengawasan.

Begini caranya 'setting' Youtube biar aman tuk anak-anak:
Google memiliki serangkaian fitur content control baru pada update terbaru Youtube Kids. Orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak. Google juga menyediakan koleksi video dan kanal-kanal dari sumber terpercaya. Adanya pilihan itu orangtua makin mudah menyisir tontonan pilihan tuk anaknya.

"Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua," ujar Product Director YouTube Kids James Beser, dikutip Tribunstyle.com dari KompasTekno.

Orangtua juga bisa mematikan fungsi search di aplikasi tuk mencegah anak menelusuri video lain. Youtube Kids juga akan merekomendasikan video-video anak terbaik. Aplikasi ini dirancang agar ramah anak. Youtube Kids hanya menyajikan konten-konten yang pantas untuk anak-anak sejak pada 2015. Aplikasi ini diklaim telah mengumpulkan lebih dari 70 miliar view video. Aplikasi ini juga sudah digunakan oleh 11 juta keluarga di seluruh dunia. Sumber: Inet.detik.com dan tribunnews.com

Bayi Sembelit, Coba Tips Ini Bunda

bayi sembelit
Kemungkinan Penyebab Bayi Sembelit. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BAB-nya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya bayi sembelit:

  1. Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat. 
  2. Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar.

Penanganan sulit buang air besar pada anak-anak perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Bila konstipasi tidak disebabkan karena suatu masalah kesehatan yang serius, maka Anda dapat mencoba beberapa hal berikut:

  1. Memberikan makanan-makanan tinggi serat untuk anak-anak seperti gandum, buah, dan sayur.
  2. Meningkatkan asupan cairan bagi anak. 
  3. Menghindari konsumsi susu sapi dan produk susu sapi (keju, es krim). Konstipasi dapat diperparah karena proses mencerna protein susu sapi.

Tips berikut jug dapat dicoba untuk mengatasi bayi sembelit :

  1. Buatlah anak Anda aktif dengan cara membuatnya merangkak lebih sering dan apabila belum bisa merangkak, gerakkan kaki bayi selayaknya mengayuh sepeda
  2. Pijatlah perut bayi dengan lembut
  3. Pilih makanan kaya serat dan berikan dalam porsi yang kecil terlebih dahulu
  4. Mandikan bayi dengan air hangat
  5. Cukupi kebutuhan cairan bayi

Usahakan menghindari penggunaan obat pencahar, suplemen serat dan pelunak kotoran secara berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan pada kerja saluran cerna. Gunakan obat-obatan ini hanya dengan konsultasi dan pengawasan dokter. Untuk itu, bila keluhan berlanjut dan Anak anda memperlihatkan keluhan seperti menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, maka sebaiknya Anda segera membawa anak kepada dokter Anak terdekat. Sumber: klikdokter.com & Alodokter.com

Dramatis: Terekam Jelas Video Kejamnya Penculikan Anak


Inilah video nyata penculikan anak yang marak terjadi belakangan ini. Link video juga bisa dilihat disini: https://youtu.be/wJ6mmq6YaX0

Terlihat jelas bagaimana si penculik menodongkan pisau di leher si anak. Mungkin karena tergiur uang hasil penjualan organ dalam anak itulah sampai si penculik tanpa belas kasihan membantai anak-anak yang berhasil mereka dapatkan. Bayangkan jika petugas tidak sigap segera meyelamatkan anak dari tangan penculik, bisa-bisa leher anak itu digorok dengan pisau yang dibawa si penculik. Konon video ini diambil di daerah Jabodetabek, dimanapun lokasi kejadian penculikan anak ini, setiap orang tua dimanapun berada harus selalu waspada dan memberikan pengarahan pada anak-anak, sopir pribadi atau asisten rumah tangganya. Jangan mudah menyerahkan anak-anak pada orang yang baru dikenal, jangan membiarkan lepas pengawasan pada anak-anak saat bermain. Orang tua wajib terus memastikan kondisi anak bila bermain diluar rumah.

Ayah-Bunda harap selalulah waspada, bahaya yang mengancam anak dapat berupa ancaman fisik maupun ancaman lainnya (narkoba, bully, pergaulan bebas, alkohol, dan sebagainya)

Lima (5) Jurus Ampuh Mencegah Penculikan Anak

Penculikan Anak bayi
Kasus penculikan anak yang sering Anda lihat di televisi, koran atau media lainnya pasti akan membuat Anda para orangtua menjadi was-was. Pasalnya penculikan yang terjadi tidak hanya terjadi pada anak-anak usia sekolah tapi juga balita yang dijaga oleh pengasuh. Hal inipun kemudian membuat para orangtua membatasi dunia bermain anaknya. Anak-anak disuruh bermain di rumah untuk menghindari terjadinya penculikan. Selain itu, banyak orangtua yang terpaksa berhenti bekerja atau meminta tolong kepada keluarga terdekat untuk menjaga anaknya karena mereka tidak percaya lagi dengan pengasuh bayi. Selain kedua hal tersbut, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya penculikan anak, terutama anak usia sekolah:

1 Tanamkan Kewaspadaan

Katakan kepada anak kalau dia tidak boleh langsung percaya pada orang yang baru dikenalnya. Katakan kepada mereka untuk tidak goyah meskipun dibujuk dengan mainan atau permen. Anda juga harus mengatakan kalau mereka tidak boleh percaya kepada orang yang tidak dikenal atau baru saja dikenalnya meskipun orang tersebut menyebutkan nama salah satu anggota keluarga yang dia kenal.

2 Memilih Pengasuh

Jika Anda sibuk dan tidak ada orang yang bisa dimintai tolong, Anda bisa memanfaatkan jasa pengasuh. Namun pastikan kalau Anda mencari tahu tentang dirinya dan latar belakangnya. Perhatikan juga cara bicara dan bahasa tubuhnya saat bicara dengan Anda.

3 Selalu Mengawasi Anak

Meskipun Anda telah menyewa jasa pengasuh yang akan menemani buah hati Anda, usahakan untuk selalu memiliki waktu luang untuk menemani dan memperhatikannya. Temanilah dia bermain, apalagi saat di luar rumah.

4 Jangan Memberikan Perhiasan Berlebihan

Jika anak sudah bersekolah, jangan pernah memberikan perhiasan yang berlebihan sehingga dapat mengundang perhatian penculik. Anak yang menggunakan perhiasan seperti itu akan diincar oleh para penculik karena mereka menganggap bahwa dia adalah orang yang kaya.

5 Jalin Komunikasi dengan Orang-Orang di Sekolahnya

Usahakan untuk selalu berkomunikasi dengan orang-orang di sekolah atau tempat penitipannya seperti pengasuh atau gurunya. Katakan pada mereka untuk mengawasi anak Anda saat jemputannya terlambat. Katakan juga pada mereka untuk tidak membiarkan anak pergi sebelum orang yang mereka kenal menjemputnya. Dengan begini, Anda akan merasa lebih tenang dan aman.

Semudah Ini Bunda Cara Tahu Bakat Anak

Ketahui Bakat Anak
Sebagai orang tua, Ayah dan Bunda pasti ingin banget tahu bakat anak di bidang apa sih. Sehingga, nantinya si kecil bisa kita arahnya supaya masa depannya pun lebih cemerlang. Nah, untuk mengetahui bakat anak, ada kok yang bisa Bunda lakukan.

Penting bagi Bunda memperhatikan yang dilakukan anak. Misalnya, kalau di rumah ada alat musik dan anak suka banget memainkannya, ada kemungkinan anak menyukai musik. Sehingga, Bunda bisa mengasah bakat anak di bidang musik sejak dini. Misalnya dengan mengikutkan dia les musik.

Dilansir Child Development Info, sebuah bakat harus terus dikembangkan. Jadi. Bunda perlu mengenalkan berbagai bidang pada anak sejak kecil termasuk bidang musik, melukis atau menyanyi. Usahakan beri pengetahuan anak mengenai alat-alat tersebut dan fungsinya. Saat memperhatikan apa yang dilakukan anak, jangan lupa beri mereka pujian dan motivasi ya, Bun.

Jika musik adalah salah satu kesukaannya, Bunda bisa bantu dia dengan memberikan kursus untuk mengasah bakatnya agar lebih terfokus. Jangan segan minta bantuan orang tua untuk mengarahkan bakat anak ya.

Untuk tahu anak berbakat atau nggak di bidang seni, kita juga bisa ajak anak pergi ke tempat seni seperti konser, festival musik atau pameran. Dengan begini, anak bisa mempelajari lebih dalam tentang musik atau seni yang disukainya.

"Orang tua bisa mengenali bakat anak dengan melakukan observasi rutin setiap hari. Ada perbedaan yang dapat jelas terlihat ketika anak menyukai sesuatu, apakah itu bakat atau hanya kesenangan sesaat", kata psikolog Ajeng Raviando dilansir detikcom.

Ajeng mengingatkan, jangan memaksa anak untuk menyukai hal yang dia nggak suka. Terlebih sebenarnya bidang tersebut kita yang menyukainya, Bun.

"Kalau orang tua terlalu memaksa, suruh latihan musik terus misal, dampaknya anak bisa jadi berkurang minat. Kalau minat berkurang ya akan jadi males, nggak berkembang juga bakatnya," tutur Ajeng.

Yuk, Bun kita mulai asah kemampuan anak sejak dini guna mencari tahu minat dan bakatnya. Dalam keseharian, mulai perhatikan apa yang anak lakukan, fasilitasi mereka, beri motivasi dan jangan lupa beri apresiasi saat anak bisa melakukan sesuatu.

sumber: haibunda.com

Bunda, Ini lho 3 Jenis Ikan Pengganti Salmon

menu ikan untuk balita
Bicara soal menu Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI), biasanya Bunda hampir selalu menemui ikan salmon di dalamnya. Salmon direkomendasikan jadi menuMPASI karena didaulat sebagai makanan tersehat di dunia lho,Bun. Salmon mengandung omega-3, protein, dan asam amino yang tinggi. Bahkan dilansir whfoods, beberapa studi menyebut salmon mengandung molekul protein bioaktif yang disebut bioaktif peptida. Ini berfungsi sebagai penyokong tulang rawan, menjaga efektivitas insulin, dan mengontrol peradangan di saluran pencernaan.

Nah, cukup tingginya kandungan bioaktif peptida pada salmon bikin harga ikan ini cukup menguras kantong. Jika Bunda mau menghemat namun tetap memberi ikan yang kaya gizi untuk anak, tiga ikan pengganti ini bisa dipilih:

1. Ikan Lele
Lele diketahui mengandung omega-3 yang menjaga fungsi jantung dengan menurunkan kadar trigliserida. Dikutip dari detikHealth, lele juga bisa menurunkan risiko kanker dan radang sendi. Dalam 3 ons lele terkandung 0,22 hingga 0,3 gram asam lemak omega-3. Tentunya manfaat ini bisa diperoleh maksimal bila lele tidak dimasak terlalu matang, memakai banyak minyak, gula, dan garam.

2. Belut
Dilansir situs khusus makanan Jepang, pogipogi ada kandungan 46 persen vitamin B12 dalam setiap 85 gram belut. Dalam jumlah yang sama juga ada 60 persen vitamin A, 17 persen Vitamin E, dan 15 persen niacin.

3. Tuna
Sama seperti salmon, tuna juga didaulat sebagai salah satu makanan tersehat di dunia. Seperti dilansir whfoods, ada 147 kalori dalam setiap 113 gram tuna. Tuna juga mengandung vitamin B3, vitamin B12, Vitamin B6, Vitamin D, dan protein.

sumber: haibunda.com

Bayi Terjatuh dari Tempat Tidur: Ini Pertolongan Pertamanya

petolongan-ketika-bayi-terjatuh
Bayi terjatuh dari tempat tidur – Menurut Bunda kira – kira orangtua mana sih yang tak langsung khawatir saat mendapati sang bayi terjatuh dari tempat tidur? Apalagi kondisi si kecil yang masih bayi ini pastinya memiliki tulang kepala yang belum terlalu kuat dan rentan sekali terhadap berbagai benturan, yang tentu saja membuat bayi riskan alami hal – hal yang tak diinginkan. Yang demikian kerap sekali membuat para orangtua cemas ketika si kecil jatuh. Untuk itu penting sekali bagi Bunda semuanya, untuk mengetahui pertolongan pertama yang bisa bunda berikan pada saat melihat sang bayi terjatuh dari tempat tidur.

Ini Pertolongan Pertama Saat Bayi Terjatuh dari Tempat Tidur

Penting sekali untuk tahu kapan Bunda butuh penanganan dokter atau bidan dengan segera dalam kondisi seperti ini. Jika seusai si kecil jatuh dan ia menangis, tetapi tetap dalam kondisi sadar, maka Bunda bisa lebih tenang. Apabila saat si kecil terjatuh dan tak ada luka atau memar sedikit pun, silahkan Bunda cukup hibur si kecil. Peristiwa jatuh tersebut pastinya akan membuat bayi merasa takut dan kaget. Sambil menghibur dan mengajak bercanda, periksalah kembali kepala bayi untuk memastikan bahwa ia tak alami luka.

Selain hal tersebut, apabila sang bayi terjatuh dari tempat tidur atau pun dari mana pun dan terdapat luka atau goresan, maka hal yang bisa Bunda lakukan adalah segera mengobati lukanya. Cuci tangan terlebih dulu, lalu basuh darah dan kotoron yang ada pada luka si kecil. Bunda bisa menggunakan kasa kering steril dan tepuk – tepuk dengan lembut bagian luka. Ini bertujuan unutk menekan pendarahan yang terjadi. Akan tetapi, jika pendarahan tak berhenti, tekan kasa tersebut agak kuat kurang lebih selama 5 menit. Kemudian oleskan salep anti bakteri, seperti neosporin atau pun bicatracin untuk cegah infeksi terjadi.

Apabila lukanya membuat kepala atau pun bagian tubuh lain alami pembengkakan, maka bisa mengkompres bagian tersebut dengan es yang sudah dibungkus dengan kain bersih. Bila setelah terjatuh bayi tak sadarkan diri atau tak bisa terbangun maupun bergerak, maka jangan langsung memindahkan posisi bayi, kecuali bila bayi dalam kondisi bahaya. Terlepas dari hal tersebut, bayi yang tak sadarkan diri sangat perlu penanganan medis sesegera mungkin, sebab keadaan ini adalah keadaan darurat. Jika muntah atau kejang – kejang setelah bayi terjatuh, silahkan miringkan tubuh si kecil dan pastikan lehernya dalam keadaan tetap lurus. Lalu segera hubungi dokter.

Mencegah Bayi Terjatuh dari Tempat Tidur

Jangan tinggalkan bayi tanpa pengawasan orang dewasa. Ketika mengendong bayi, silahkan perhatikan posisi kaki Bunda. Bayi bisa saja terjatuh ketika digendong, misalnya saja saat Bunda tak sengaja menginjak mainannya dan terjatuh. Gunakan tempat tidur khusus bayi. Selain beresiko untuk jatuh, tempat tidur dewasa ini juga bisa membuatnya terperangkap diantara tempat tidur dan dinding maupun tempat tidur dengan objek lain. Tempat tidur orang dewasa juga sering tak penuhi kriteria pas untuk tidur yang aman dan nyaman bagi bayi, seperti kasur yang terlalu ketat.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang pertolongan pertama saat bayi terjatuh dari tempat tidurnya. Semoga bisa bermanfaat.

sumber: https://lifeblogid.com/2017/08/24/pertolongan-pertama-saat-bayi-terjatuh-dari-tempat-tidur/

Hati-hati 5 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Kanker pada Anak

Sebanyak 16.291 anak umur 0-14 tahun di Indonesia mengidap kanker anak berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013. Upaya penyembuhan kanker bisa diupayakan asalkan bisa ditemukan dalam fase yang masih dini.

Memang sulit, karena anak sulit untuk mengungkapkan keluhan mereka. Tapi bukan berarti tidak bisa sembuh kok.

5 tanda kanker pada anak atau bayi
5 tanda kanker pada anak atau bayi
"Survivor adalah bukti bahwa mereka bisa sembuh, jadi stigma kanker tidak bisa disembuhkan itu mungkin dulu ya. Sekarang masyarakat sudah mulai melek, karena mungkin dibantu dari media masa yang memberikan informasi gejalanya," kata dr Endang Windiastuti, SpA(K) disela Roadshow Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) di Manado, Sulawesi Utara.

Nah, karena itu, yuk kenali beberapa gejala yang harus diwaspadai. Ketika menemukan ciri berikut pada anak Anda, jangan segan untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

1 Berat badan tidak kunjung naik
Anak harus mengalami tumbuh dan kembang, itu berarti anak harus mengalami kenaikan berat badan. Namun kalau tak kunjung naik, orangtua sudah harus waspada. "Begitu dia misalnya 10 kg, bulan depan 10 kg, bulan depan lagi 10 kg, itu ada sesuatu. Karena sel kanker itu membuat anak lesu dan enggak mau makan," jelas dr Endang.

2 Mudah demam dan wajah pucat
Salah satu jenis kanker yang banyak di alami anak adalah leukemia akut. Pada leukemia akut, yang diserang adalah sum-sum tulang belakang yang merupakan pabrik dari sel darah putih dan sel darah merah.

"Jadi kalau pabriknya diserang sel leukemia pasti satu mukanya pucat karena hb-nya (hemoglobin) turun. Lalu, demam naik turun, naik turun sampai dua bulan," terangnya.

3 Ada benjolan
Pernah menemukan benjolan pada leher anak dan tak kunjung hilang? Jangan ragu untuk diperiksakan ke dokter demi mengetahui penyebabnya.

"Sel leukemia kan mulai dari sum-sum tulang lewat darah ke mana-mana, sehingga timbul benjolan di leher, atau di hati dan limoanya membesar. Jadi kumpulan dari gejala itu harus kita waspadai. Kalau demam aja lah enggak ya, tapi kok ada pucatnya ya? Jadi cek laboraturium itu menjadi penting untuk mengetahui," masih kata dr Endang.

4 Pendarahan
Leukemia menyebabkan trombosit anak menjadi turun sehingga bisa menyebabkan pendarahan. Pendarahan yang seperti apa, Dok?

"Mulai dari pendarahan kulit, mimisan, kalau dia sikat gigi berdarah," tuturnya.

Nah, apabila Anda menemukan gejala tersebut pada anak, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

5 Mata kucing
Retinoblastoma yang merupakan kanker pada mata, menjadi jenis kanker yang juga banyak dialami anak. Ini dapat dikenali dengan berbagai tanda misalnya mata yang mirip mata kucing ketika terkena cahaya terang.

"Ada juga matanya juling karena satunya tidak bisa melihat, tidak fokus. Atau kadang-kadang matanya merah, matanya menonjol. Bawalah ke dokter, jangan dianggap infeksi saja, pakai obat tetes mata sendiri," tutupnya.


sumber: https://m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-4273730/orang-tua-harus-peka-ini-5-hal-yang-bisa-jadi-tanda-kanker-pada-anak

Trauma Anak Pasca Gempa: Ini dia 4 Tips Mengatasinya

Bencana gempa bumi yang terjadi beberapa pekan terakhir ini menyisakan banyak persoalan, baik persoalan personal masyarakat maupun persoalan untuk bangsa. Salah satu persoalan penting yang dihadapi adalah mengembalikan kondisi psikis para korban pasca bencana, terutama psikis anak-anak korban bencana. Tidak sedikit anak-anak yang kehilangan sanak kerabatnya bahkan bisa jadi kehilangan anggota badannya sendiri.

Trauma Anak Pasca Gempa
Memulihkan goncangan psikis pada anak-anak bisa lebih susah daripada mengembalikan gangguan psikis orang dewasa. Orang dewasa relative mampu menggunakan kemampuan self-cure-nya, yaitu menggunakan nalarnya dalam menghadapi berbagai persoalan, dan tidak demikian dengan anak-anak. Sedikitnya ada 4 hal yang dapat membantu anak-anak mengobati luka psikisnya, yaitu sebagai berikut:

1 Menghindarkan Anak-Anak dari Pemberitaan Media

Siaran media yang berulang-ulang dilihat oleh anak akan sangat mudah menggugah memori anak terhadap situasi saat bencana. Sebaiknya anak-anak yang sudah mampu menggunakan gadget juga dibatasi melihat gadget, karena sebagian besar berita viral saat ini justru banyak tersebar lewat group-group di media social.

2 Menghadirkan kegiatan yang menghibur

Trauma pasca bencana sedikit banyak dapat dikurangi dengan cara menghadirkan hiburan pada anak korban bencana. Pada dasarnya anak-anak sangat menyukai kegiatan bermain. Berbagai jenis permainan dapat dimanfaatkan dalam hal ini misalnya: dongeng, permainan sulap, bernyanyi, mengajak anak membuat mainan dari barang-barang bekas atau dari dedaunan.

3 Bantuan tenaga medis

Salah satu cara menghilangkan trauma anak yaitu dengan membantu penyembuhan luka-luka fisik yang mungkin di deritanya. Meskipun luka fisik dapat berbekas dan dapat mengingatkan kembali peristiwa penyebabnya, namun pemulihan kondisi fisiknya akan dapat mendorong anak lebih baik menghadapi masa depannya.

4 Pendampingan yang berkelanjutan

Pendampingan pasca bencana pada anak mungkin akan memakan waktu cukup lama, terlebih untuk anak-anak yang orang tuanya turut menjadi korban bencana. Adanya orang-orang yang mau peduli dalam jangka panjang terhadap masa depan anak korban bencana dan adanya kehadiran tempat-tempat penampungan seperti dinas sosial atau lembaga swadaya masyarakat mungkin akan sangat membantu. Pendampingan yang berkelanjutan setidaknya akan dapat dirasakan anak-anak bahwa ada orang tua asuh pengganti (bagi anak yang telah kehilangan orang tuanya), ada orang-orang yang dijadikan tempat mengadunya dan adanya lembaga atau perorangan yang menanggung kelanjutan pendidikan untuk anak-anak terlantar tersebut.

Ini Dia Cara Liburan bareng Anak yang Murah dan Menyenangkan

Salah satu momen yang ditunggu-tunggu siswa adalah liburan. Terbayang, kan bagaimana senangnya anak-anak itu dapat beberapa hari yang bisa mengalihkan perhatian mereka sementara dari rutinitas atau dari pelajaran sehari-hari yang padat. Mungkin dalam benak anak-anak kita, sudah tersusun mau apa nanti saat liburan tiba. Aneka macam kegiatan bias saja dilakukan, dari mulai bermalas-malasan selama liburan, pergi ke luar kota, mengunjungi tempat-tempat wisata, berkunjung ke sanak saudara, dan seterusnya.

Mungkin itulah keinginan anak. Ayah, Bunda sebagai orang tua mungkin hanya menerima “imbas”-nya saja, yaitu perlu menyiapkan dana liburan. Tapi Ayah, Bunda tidak perlu resah. Rupanya ada banyak sekali kegiatan pengisi liburan anak yang tak perlu merogoh kantong Ayah, Bunda terlalu dalam, dan kegiatan-kegiatan ini tak kalah serunya dan membuat anak-anak kita menikmati masa liburannya loh! Apa itu? Ini dia ide kegiatan Bersama anak-anak selama masa liburan.

Nilai positifnya saat anak-anak liburan buat Ayah Bunda adalah ada kesempatan yang cukup luas mengeratkan ikatan emosional antara orang tua & anak (emotional bounding), yang mana dihari-hari biasa kesibukan anak kita biasanya dipenuhi dengan kegiatan menata, menyiapkan agenda di sekolahnya. Ini tentu akan menyita dan sangat membatasi kualitas komunikasi dengan orang tuanya.

• Berkebun 

Kesibukan sehari-hari anak-anak kita sebagai siswa bisa jadi membuat mereka lupa memanfaatkan area pekarangan rumahnya sebagai tempat yang menyenangkan untuk berkebun. Berkebun sebetulnya tidak terlalu membutuhkan area yang luas. Area terbatas-pun bias dipakai untuk menumbuhkan kreatifitas anak-anak kita dalam menciptakan keindahan sekitar rumahnya. Alternatif penggunaan lahan terbatas yaitu bertanam dengan hidroponik.

• Memasak

Bersama Membuat anak menyukai masak-memasak bukanlah hal yang sulit. Untuk menarik minat anak, Ayah atau Bunda bisa memulai dari jenis masakan yang mudah dilakukan, misalnya: memasak nasi, membuat nasi goreng, memasak mie rebus, membuat pudding, membuat kue kesukaan anak, dst. Tentu saja anak akan lebih tertantang dan senang bila Ayah atau Bunda meramu acara memasak ini dengan perlombaan, misalnya: masakan yang paling enak dan disajikan menarik akan mendapatkan hadiah, atau bias juga akan dijadikan sebagai resep yang nanti diunggah bersama di sosmed, dst.

• Memperindah tata ruang rumah

Memperindah tata ruang rumah tidak harus menggunakan barang yang mahal. Ayah atau Bunda dapat melibatkan anak dalam menentukan tata ruang kamar anak, menata ulang tata ruang tamu dengan barang yang ada di rumah. Dalam penataan ulang ruangan ini Ayah atau Bunda dapat mengajari anak dengan cara paling sederhana, dengan corat-coret di kertas atau bila memang memiliki computer Ayah atau Bunda dapat sedikit mengajarkan pada anak ketrampilan atau software menata ulang rumah yang mudah. Perubahan tata ruang seperti ini akan membawa suasana baru di rumah, disamping juga akan menggugah kreatifitas anak.

• Berkunjung ke rumah kerabat

Mengunjungi kerabat mungkin hal yang tidak setiap hari, bahkan setiap sebulan sekali belum tentu bisa dilakukan. Mengajak anak berkunjung ke rumah kerabat bersama-sama dapat membawa pengalaman tersendiri pada anak. Anak dapat lebih mengerti arti hubungan kekerabatan dan mana saja kerabat yang mereka miliki. Kegiatan ini juga dapat menggugah kepedulian anak terhadap kerabat yang kondisinya kurang mapan secara ekonomi. Masih banyak kegiatan-kegiatan lain pengisi liburan untuk anak yang bisa Ayah atau Bunda pilih, misalnya: berenang, berkeliling kota dengan kendaraan umum (kereta, bus), mengunjungi museum atau tempat-tempat bersejarah terdekat, mengajak anak ke pasar tradisional, dan lain-lain. Pilihan kegiatan di atas semuanya relative murah dan memberikan pengalaman yang cukup seru disamping juga akan menyenangkan anak-anak. Selamat mencoba Ayah, Bunda.

Anak Sulung, Tengah, dan Bungsu: Ini Karakter Uniknya

Apakah urutan lahir berpengaruh pada kehidupan harianmu? Menurut psikolog Linda Blair, ketimbang urutan lahir, pengalaman masa kecil menjadi fondasi bagaimana seseorang. "Termasuk dalam kehidupan percintaan,” kata dia seperti dilansir Huffington Post.
 
Blair mencatat cara mendidik dan apakah orangtua Anda tetap harmonis atau berpisah punya pengaruh besar dalam kehidupan percintaan Anda, lebih dari urutan lahir. Namun, urutan lahir juga punya peran dalam menentukan bagaimana Anda memberi dan menerima cinta.

1. Anak Sulung

Anak sulung cenderung pintar, bertanggung jawab dan penuh prestasi. Ketika mereka tumbuh dewasa dan jatuh cinta, sifat positif itu menguntungkannya.

“Mereka rapi dan bertanggungjawab, penuh kasih sayang dan pandai merawat orang lain,” katanya. “Dalam sebuah hubungan, Anda bisa mengandalkan si sulung untuk mendorong agar dirinya lebih baik dan kritis terhadap diri sendiri.”

Tapi ada juga kekurangan yang biasanya dimiliki oleh si sulung, kata pakar parenting Michael Grose.

“Anak pertama bisa jadi perfeksionis, mereka suka mengontrol,” katanya. “Cara mereka memutuskan segala sesuatu dengan risiko rendah bisa membuat anak tengah dan bungsu yang lebih fleksibel jadi pusing tujuh keliling.”

2. Anak Tengah

Berkompromi adalah keunggulan dari anak tengah. Mereka secara alami orang yang suka dengan kedamaian.

“Anak tengah belajar beradaptasi dan bisa berdiplomasi dan unggul dalam bernegosiasi karena mereka menghadapi kakak dan adik,” kata Campbell.

“Keadilan sangat penting bagi mereka.”

Jika Anda anak tengah, sangat penting mengungkapkan sesuatu yang mengganjal di hati dalam kehidupan percintaan.

“Kadang, anak tengah bisa terbawa opini orang lain,” kata Blair. “Mereka realistis tentang kemampuannya sendiri, tapi mungkin tidak terlalu merasa pasti tentang apa yang mereka inginkan dalam hidup.”

3. Anak Bungsu

Anak bungsu kebanyakan orang yang suka mencari perhatian, berani ambil risiko dan penuh karisma. Dalam hubungan percintaan, mereka cenderung jadi orang yang ceria dan spontan serta mudah berteman.

“Sejak kecil, mereka belajar membaca orang dan berinteraksi dengan mereka yang lebih tua di keluarganya,” kata dia.

“Mereka biasanya sangat mudah berinteraksi.”

Sisi buruknya, mereka sering berharap orang lain akan membuat keputusan untuk mereka dan bisa sedikit tidak bertanggungjawab bagi sebagian orang.

“Anak bungsu bisa membuat pasangannya yang sulung tidak sabar karena mereka penuh pesona,” kata Grose. “Mereka bisa agak merepotkan. Tapi sisi baiknya, anak bungsu bisa membuat anak sulung yang kaku jadi lebih santai.”

4. Anak Tunggal

Saat tumbuh besar, anak tunggal tidak pernah harus berkompetisi untuk merebut perhatian orangtua. Mereka konvensional, bertanggungjawab dan bisa diandalkan. Namun karena perhatian selalu tercurah padanya, anak tunggal kadang bisa selalu meminta curahan cinta.

“Mereka tumbuh jadi pusat perhatian dan selalu mendapat kebutuhan lahir dan batin,” jelas dia.

Menurut Campbell, pasangan terbaik anak tunggal mungkin adalah anak sulung karena “mereka sama-sama mengusung nilai tanggung jawab dan bisa diandalkan.”

Hubungan dengan anak bungsu bisa lebih berliku-liku.

“Anak tunggal yang berpasangan dengan bungsu bisa frustrasi karena mereka terbiasa hidup dalam dunia orang dewasa dan melihat spontanitas si bungsu sebagai hal yang konyol,” katanya. “Mereka hanya harus bersabar.” gaya.tempo.co

Cegah Kasus Balita Stunting (Kerdil) dengan Konsumsi Ikan

Makan ikan belum menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakatnya. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan kenyataan tersebut dibarengi dengan data dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan masih tingginya angka balita yang mengalami stunting.

Stunting merupakan kondisi perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, yang akhirnya berdampak kualitas kecerdasan menjadi tidak seperti yang diharapkan. Data pemantauan status gizi pada 2016 menunjukkan jumlah balita stunting mencapai 27,5 persen. Rinciannya, sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen. Sedangkan target Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah di bawah 20 persen. “Masalah stunting ini serius. Bayangkan, dari 10 anak, 4 di antaranya tidak cerdas. Ini bukan yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas,” kata Menteri Kesehatan.

Data tersebut juga menyebutkan kasus balita stunting ditemukan di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Padahal di sana protein hewani ikan banyak sekali. "Mungkin ada budaya yang harus kita cerahkan. Ada yang bilang bau anyir nanti kalau hamil, lalu ibunya tidak boleh makan apa-apa kalau habis melahirkan," ujarnya,
Karena itu, Nila meminta masyarakat mengubah mindset agar lebih senang makan ikan sehingga mendapatkan protein dari ikan. Seharusnya, ikan bisa menjadi makanan utama bagi masyarakat karena memiliki protein tinggi bila dimasak dengan benar. Berbagai jenis ikan, mulai ikan yang bertulang belakang, tidak bertulang (cumi-cumi dan gurita), hingga kerang-kerangan, menjadi kekayaan yang melimpah di Indonesia. Tidak hanya di lautan, ikan perairan daratan di Indonesia juga kaya, contohnya lele, mujair, dan nila.
Secara umum, komposisi protein hewani pada ikan sebenarnya tidak terlalu berbeda kandungannya dengan protein hewani lain. Namun ikan dikatakan lebih menyehatkan karena lemak yang terkandung di dalamnya bukan lemak jenuh. Sebagai salah satu sumber protein hewani, ikan mengandung asam lemak tak jenuh, seperti, omega, yodium, selenium, fluorida, zat besi, magnesium, zink, taurin, serta coenzyme Q10. Selain itu, kandungan omega-3 pada ikan jauh lebih tinggi dibanding sumber protein hewani, seperti daging sapi dan ayam.

“Lebih sehat ikan, bukan lemak jahat kalau bahasa awamnya. Ikan memiliki kandungan DHA, sementara daging sapi atau ayam tidak ada. Selain itu, semua ikan halal, dapat dikonsumsi semua usia," katanya. tempo.co

4 Tips Mengatasi Kemarahan Si Kecil

Terkadang anak meluapkan perasaannya dengan marah. Jika ada hal yang tidak sesuai dengan keinginannnya balita seringkali marah. Rasa lelah, kantuk dan bosan dapat memicu anak marah. Tugas orang tua untuk membimbing anak dalam mengatasi rasa marahnya. 


Berikut 4 cara membantu anak mengatasi rasa marah yang dilansir dari laman Youngparents:

1. Saat pulang dari sekolah, anak seringkali marah saat Anda memintanya untuk segera melakukan pekerjaan rumahnya. Sebagai orang tua, Anda wajib memberikan anak waktu untuk bersantai sejenak sepulang sekolah. Berikan waktu sekitar 30 menit untuk mengganti pakaian sekolahnya, bersenang-senang dan bermain sebentar. Dibandingkan saat balita, anak usia sekolah sudah bisa diajak berdiskusi dan beragumentasi. Orang tua dapat menegosiasikan durasi beristirahatnya sebelum mengerjakan pekerjaan rumahnya.

2. Saat temannya berada di rumah Anda untuk bermain, mereka mulai bertengkar. Sebelum bertambah parah, jelaskan dengan tegas bahwa tingkah laku buruk tidak dapat diterima membuat temannya tidak senang. Tegaskan bahwa jika dia terus bertindak seperti ini maka temannya tidak ingin bermain dengannya lagi dan ia tidak punya teman untuk bermain.

Anak usia sekolah sudah menyadari perilakunya mempunyai dampak. Perilakunya mempengaruhi orang lain, semakin dia akan berpikir dua kali sebelum ia marah kepada teman-temannya.

3. Saat belajar musik, anak marah karena ia tidak bisa mengerjakan dengan baik latihan musik yang diberikan oleh gurunya. Sebagai orang tua, Anda harus menenangkannya, yakinkan bahwa dia akan bisa menyelesaikan tugasnya. Mintalah ia untuk berlatih selama 10 menit, kemudian berhenti selama 30 menit, kemudian berlatih untuk 10 menit lagi, dan seterusnya.

Beri dia semangat sampai dia merasa ada kemajuan. Hal ini merupakan pembelajarannya untuk bertanggung jawab atas tindakannya sendiri, dan dapat menanganinya dengan efektif.

4. Ketika saudaranya memilih Youtube yang akan ditonton, anak marah karena dia menginginkan tontonan youtube yang lain.  Maka orang tua jangan mengubah pilihan youtube sesuai keinginannya meskipun saudaranya tak keberatan agar tidak bertengkar. Tetap pada pilihan pertama dan jelaskan bahwa setiap orang di keluarga memiliki kesempatan untuk memilih. 

Ingatkan dia bahwa ia tak boleh marah seperti itu jika tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Anak perlu memahami bahwa setiap orang memiliki kebutuhan dan minatnya sendiri. Ia tak boleh hanya memikirkan dirinya sendiri. Secara konsisten beri pengertian agar ia juga memikirkan orang lain. tempo.co